RM.id Rakyat Merdeka - Produksi bawang merah nasional tercatat surplus dan kinerja ekspor terus meningkat, dengan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah kunci yang menopang pasokan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Sunusi, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Panen Raya Bawang Merah di Kelurahan Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari beserta jajaran Pemerintah daerah. Acara panen raya ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman kerjasama antara Koperasi Produsen Sentra Argo Mukti Lestari Kab. Kendal dengan Koperasi Pancarga Tani Gemilang Magelang untuk pengadaan dan pembelian komoditas bawang merah dan komoditas pangan pangan pertanian lainnya.
Agung menegaskan, Indonesia telah mencapai swasembada bawang merah sejak 2016 seiring penguatan kebijakan produksi hortikultura nasional yang dijalankan Kementan. Sejak saat itu, impor bawang merah dihentikan karena kebutuhan nasional sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Baca juga : GAPASDAP Soroti Peran Kesiapan Dermaga dalam Kelancaran Penyeberangan Nasional
"Sejak tahun 2016, kita sudah swasembada bawang merah. Itu sudah dimulai sejak awal masuknya Bapak Menteri Pertanian kita, Andi Amran Sulaiman, sehingga sampai pada hari ini, kita tidak ada lagi impor," tegas Agung.
Berdasarkan data 2024, produksi bawang merah nasional mencapai 2,08 juta ton umbi basah atau setara sekitar 1,35 juta ton rogol kering panen. Sementara kebutuhan nasional berada di kisaran 1,2 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 150 ribu ton rogol kering panen.
Dengan luas tanam nasional mencapai 190.650 hektare dan luas panen 188.796 hektare, produktivitas bawang merah nasional berada pada rata-rata 11 ton per hektare. Kondisi ini menjadi dasar kuat bagi Pemerintah untuk mendorong penguatan ekspor komoditas strategis tersebut.
Agung mengungkapkan, sepanjang 2024 Indonesia mengekspor bawang merah sebanyak 13.762 ton dengan nilai mencapai 18,6 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut meningkat 31,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan pasar tujuan utama antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
Baca juga : Yang Penting Penanganannya Skala Nasional
"Pertumbuhan ekspor ini salah satunya ditopang oleh daerah sentra seperti Kendal, Brebes, dan Demak. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti daya saing bawang merah nasional," ujar Agung.
Ia menambahkan, sentra produksi bawang merah kini tidak lagi terpusat di Jawa Tengah. Produksi telah berkembang di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, DIY, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga Maluku sebagai penyangga produksi nasional.
Meski demikian, Jawa Tengah tetap menjadi sentra produksi terbesar bawang merah nasional dengan kontribusi 26,62 persen. Data BPS 2024 mencatat produksi bawang merah di provinsi ini mencapai 607.897 ton dari luas tanam 53.154 hektare dengan produktivitas rata-rata 11,64 ton per hektare.
Khusus Kabupaten Kendal, Agung menyebut daerah ini memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga. Kendal tercatat menyumbang sekitar 4,1 persen produksi bawang merah dan menempati peringkat keempat di Jawa Tengah dengan produksi 25.166 ton pada 2024.
Baca juga : Sibolga Langsung Bangun Huntap, Daerah Lain Susul Pembangunan Huntara
Selain kontribusi produksi, Kendal juga dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pangan. Berdasarkan pemantauan rapat pengendalian inflasi nasional dan data BPS, Kabupaten Kendal dalam tiga bulan terakhir tidak mengalami kenaikan indeks harga, mencerminkan terkendalinya harga bahan pokok strategis.
"Ini menunjukkan bahwa Ibu Bupati dalam kepemimpinannya menjaga stabilitas pangan kita. Ini bukan saya yang menyampaikan Ibu Bupati, tapi BPS yang menunjukkan bahwa Kendal stabil dalam menjaga bahan pokok penting," sambungnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.