BREAKING NEWS
 

Dipastikan Mendikdasmen

85 Persen Sekolah Terdampak Banjir Sudah Siap Belajar

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 5 Januari 2026 07:00 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap (ketiga kiri) disambut dengan tarian khas batak saat menghadiri Peresmian Bantuan Revitalisasi Sekolah di SMK Negeri 7 Medan, Sumatera Utara, Minggu (4/1/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang terdampak banjir dan longsor dapat kembali digelar mulai Senin 5 Januari 2026 (hari ini).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, sebagian besar sekolah terdampak bencana di 3 provinsi di Sumatera telah siap kembali menjalankan aktivitas pembelajaran. Dari total 4.149 sekolah terdampak, sebanyak 3.508 sekolah atau sekitar 85 persen sudah dapat beroperasi.

“Sebagian besar sekolah sudah bisa memulai KBM kembali,” kata Mu’ti saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMK Negeri 7 Medan, Sumatera Utara, Minggu (4/1/2026).

Baca juga : Pemerintah Hadirkan Pos SAPA

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini merinci, di Sumatera Utara (Sumut) dari 1.215 sekolah terdampak, sebanyak 1.157 sekolah atau 95,23 persen siap menggelar KBM pada 5 Januari 2026.

Namun, masih terdapat 19 sekolah atau sekitar 1,6 persen yang akan melaksanakan pembelajaran menggunakan tenda darurat.

Selain itu, sekitar 2,4 persen sekolah masih dalam tahap pembersihan akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Baca juga : Disebut “Gubernur YouTube”, Dedi Mulyadi Tantang Panji Berkeliling Jabar

Untuk mendukung kelangsungan pembelajaran di kondisi darurat, Kemendikdasmen juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.

Surat Edaran tersebut memuat sejumlah pedoman, antara lain pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum nasional dengan penyesuaian mandiri, pemangkasan kurikulum menjadi materi esensial, serta prioritas pada dukungan psikososial, kesehatan, keselamatan, mitigasi bencana, literasi dan numerasi.

Penilaian pembelajaran selama masa darurat difokuskan pada kehadiran, keamanan dan kenyamanan peserta didik. “Yang terpenting adalah semangat untuk bangkit, tetap belajar dan menatap masa depan,” tegasnya.

Baca juga : Gerindra Setuju Huntap Korban Banjir Dipercepat

Selain Sumut, di Aceh tercatat sebanyak 2.226 sekolah atau sekitar 81 persen telah kembali beroperasi. Sementara, di Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 380 sekolah atau 86 persen sudah dapat berfungsi kembali.

Adsense

Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti juga menyampaikan bahwa Pemerintah telah merevitalisasi 897 satuan pendidikan di Sumut dengan total anggaran Rp852 miliar. Seluruh proses revitalisasi ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.

“Mudah-mudahan pada Februari nanti seluruh sekolah hasil revitalisasi sudah dapat digunakan sepenuhnya untuk pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense