BREAKING NEWS
 

Kemenhut Lanjutkan Penanganan Pasca Bencana Di Aceh Utara Dan Sumatera Utara

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Senin, 5 Januari 2026 17:56 WIB
Kemenhut terus melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera. (Foto: Dok. Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melanjutkan penanganan kayu sisa bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera.

Hingga hari ke-15 pelaksanaan penanganan kayu difokuskan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Tim Kemenhut yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), serta Balai Gakkum Wilayah Sumatera bergabung dengan tim lainnya mengerahkan sebanyak 23 unit alat berat.

Alat berat tersebut terdiri dari 21 unit milik Kemenhut (10 ekskavator capit, 9 ekskavator bucket, dan 2 unit dozer), 2 unit milik TNI (buldozer dan ekskavator), serta 2 unit ekskavator dari Kementerian PU.

Pembersihan difokuskan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, yang masih mengalami hambatan akses akibat tumpukan kayu sisa banjir.

Baca juga : Pemerintah Hadirkan Pos SAPA

"Kayu yang masih dapat dimanfaatkan dikumpulkan di lokasi kejadian dan telah dilakukan pengukuran oleh tim BPHL, dengan hasil sebanyak 103 batang kayu atau setara 93,11 meter kubik,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan, Minggu (4/1/2026).

Subhan menambahkan, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan.

Tim Kemenhut lainnya dengan jumlah sekitar 50 personel turut melakukan pembersihan di SD Negeri 4 Langkahan, dengan hasil pembersihan satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi.

Adsense

Subhan menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu sisa bencana oleh lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat pada Minggu (4/1/2026) mencapai sekitar ±3 meter kubik dengan menggunakan tujuh unit gergaji mesin.

Sementara itu, akumulasi pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar ±18,5 meter kubik.

Baca juga : Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Efektif Per 5 Januari

Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui. Hingga saat ini, tercatat tiga unit hunian sementara (huntara) masih dalam proses pembangunan.

Penanganan di Kabupaten Aceh Tamiang, personel BPKH Sumatera Utara bersama tim Manggala Agni masih terus melanjutkan kegiatan pembersihan rumah warga terdampak banjir dari sisa material kayu di lorong-lorong permukiman, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Selain itu, tim lapangan juga menerima kunjungan Koordinator BNPB Brigjen Asep, yang berdiskusi bersama Staf Ahli Menteri Kehutanan Fahrizal Fikri serta jajaran terkait, termasuk Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Kepala BPKH Aceh.

Diskusi membahas penanganan serta pemanfaatan kayu sisa banjir. Pada malam harinya, dilakukan pertemuan lanjutan dengan lembaga Rumah Zakat terkait percepatan pembangunan huntara berbahan kayu sisa bencana.

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, Tim Kemenhut menurunkan ekskavator untuk menyiapkan lokasi hunian tetap (huntap) di lahan PTPN.

Baca juga : Kemlu RI Pastikan WNI Di Venezuela Aman Pasca Serangan AS

Tim juga menerima laporan adanya temuan kayu dalam jumlah besar di Sungai Batang Toru, cabang Aek Rambe, Sumatera Utara.

“Saat ini, temuan tersebut masih dalam tahap pendalaman serta penanganan lebih lanjut oleh tim terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita.

Kemenhut terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik di Aceh maupun di Sumatera Utara memastikan kegiatan pembersihan dan penanganan kayu sisa bencana berjalan efektif, aman mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense