Dark/Light Mode

Pengamat Nilai Pemerintah Pusat Maksimal Tangani Bencana Sumatera dalam 1 Bulan

Rabu, 31 Desember 2025 09:53 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai pemerintah pusat telah bekerja cepat dan maksimal dalam menangani bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sudah berjalan selama satu bulan.

“Sejauh ini pemerintah pusat sudah baik dan maksimal dalam mengeluarkan kebijakan publik. Dalam hal kebijakan publik itu yang dinilai adalah yang terpenting itu kebijakannya sudah menyentuh masyarakat banyak dan kelihatan hasilnya di publik,” ujar Trubus kepada wartawan, Rabu (31/12/2025). 

Penilaian Trubus itu dilontarkan usai Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya memaparkan capaian penanganan bencana di Sumatera selama satu bulan terakhir. Teddy menyebut, pembangunan hunian bagi warga terdampak terus menunjukkan progres signifikan.

“Mengenai jumlah hunian, dalam satu bulan ini, seminggu ke depan ada 600 rumah hunian yang akan jadi, minggu depan insyaallah jadi. Kemudian dari BNPB, ada 450 hunian,” ujar Teddy.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).

Baca juga : Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Kebut Pemulihan Pasar Di Aceh, Sumut Dan Sumbar

Teddy mengatakan, Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan percepatan pembangunan hunian dalam skala besar.

Pembangunan tersebut ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang warga terdampak. Selain hunian sementara, pembangunan hunian tetap juga mulai berjalan.

Menurut Teddy, pemulihan pascabencana dapat berjalan karena kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan disebut saling bahu-membahu. “Ya semuanya bahu membahu kerja sama,” ujarnya.

Teddy juga menyebut sejumlah sekolah dan pasar mulai beroperasi kembali, menandakan aktivitas sosial dan ekonomi perlahan pulih.

Selanjutnya, Trubus menyebut pemerintah pusat telah mengirimkan berbagai bantuan logistik, mulai dari pangan hingga kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti jembatan dan akses jalan juga terus dilakukan.

Baca juga : Pemerintah Turun Tangan Atasi Banjir Balangan dan Kecelakaan Laut Labuan Bajo

“Terus infrastruktur kayak jembatan semua akses sudah dibuka listrik. Hampir 90 persen listrik sudah dinyala,” ujar Trubus.

Di sisi lain, Trubus menyarankan pemerintah daerah seharusnya lebih proaktif karena memahami kondisi lapangan secara detail. Menurut dia, pemerintah pusat justru telah berupaya optimal menyalurkan bantuan dasar.

Trubus menekankan distribusi bantuan seharusnya digerakkan oleh pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga aparatur di tingkat kabupaten.

Sebab, pemerintah daerah memiliki struktur yang lengkap untuk mendukung kerja pemerintah pusat. Selain pemerintah daerah, Trubus menilai peran relawan dan organisasi nonpemerintah (NGO) perlu dikoordinasikan secara lebih baik.

Ia menilai data yang disampaikan para relawan harus akurat dan berbasis kondisi lapangan. Trubus juga mendorong pemerintah daerah memperkuat komunikasi publik dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Baca juga : Munster Nilai Absennya Mauricio Souza Tak Untungkan Bhayangkara FC

Ia menambahkan, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah terdampak, tetapi juga memerlukan solidaritas nasional.

Trubus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki 38 provinsi yang masing-masing menghadapi tantangan kebencanaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.