RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Panen Raya jagung Polri yang digelar serentak di 36 wilayah di Indonesia, Kamis (8/1/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kampung tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi, jawa Barat, itu turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa mbak titiek Soeharto.
Acara panen raya digelar sejak pagi hari. Sejumlah pejabat negara tampak mendampingi, di antaranya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Dari jajaran Polri, hadir Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Asisten SDM Kapolri selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Irjen Anwar, serta Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho. Seluruhnya mengenakan topi caping.
Prosesi panen dimulai dengan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor pemanen jagung. Menariknya, Mbak Titiek terlihat duduk di balik kemudi traktor. Sementara Kapolri berdiri di samping operator yang mengendalikan mesin pemanen.
Baca juga : Bukan Cuma Bertani, Anak Desa Harus Jago E-Sport
Usai prosesi, Kapolri dan Mbak Titiek memberikan keterangan pers kepada wartawan. Kapolri mengatakan, sepanjang tahun 2025, Polri telah memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung swasembada pangan nasional. Dari program ketahanan pangan yang dijalankan, Polri berhasil menghasilkan panen jagung sekitar 3,5 juta ton.
Kapolri menjelaskan, panen raya serentak kuartal IV 2025 sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Namun, karena penyesuaian teknis di lapangan, pelaksanaannya baru dapat digelar pada awal Januari 2026.
"Jadi kurang lebih selama 1 tahun, sesuai dengan target Bapak Presiden, kita memaksimalkan upaya agar swasembada khususnya jagung, bisa terlaksana. Polri mendorong penuh pelaksanaan swasembada jagung ini," kata Kapolri.
Baca juga : Banten Catat Lonjakan Produksi Padi, Andra Soni: Ini Buah Kebijakan Presiden
Kapolri menuturkan, sepanjang 2025 Polri telah melakukan penanaman jagung di lahan seluas 661.717 hektare. Sementara tahun 2026, Polri menargetkan penanaman di lahan seluas 522.079 hektare.
Dari program ketahanan pangan tersebut, estimasi total hasil panen jagung Polri sepanjang 2025 berada pada kisaran 3.519.226 hingga 3.578.782 ton. Adapun, khusus panen raya serentak kuartal IV 2025, jagung dipanen dari lahan seluas 47.830,93 hektare dengan estimasi hasil antara 683.966 hingga 743.522 ton. Kegiatan ini juga melibatkan 3.616 petani dari 527 kelompok tani binaan Polri.
"Harapan kami, ini bisa mendorong tercapainya swasembada pangan, khususnya jagung, yang menjadi atensi Bapak Presiden. Kami akan tuntaskan di 2026 agar seluruh lahan kami bisa tertanam," tegasnya.
Baca juga : Gerindra Juga Bantu Daerah Lain Yang Terdampak Bencana
Kapolri juga berharap program ketahanan pangan Polri tidak hanya mendukung swasembada jagung, tetapi turut memperkuat cadangan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
"Harapan kita cadangan nasional tercukupi, kebutuhan pasar baik swasta nasional, kelompok pakan ternak, maupun mandiri bisa terpenuhi. Cadangan Bulog juga tercukupi, dan sisanya bisa kita ekspor," tuturnya.
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus berkontribusi maksimal dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan dan swasembada pangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.