BREAKING NEWS
 

Menkes Ajak Masyarakat Rutin Bayar BPJS, Iurannya Lebih Murah dari Rokok

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 23 Januari 2026 22:46 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar rutin membayar iuran BPJS Kesehatan sehingga status kepesertaan tetap aktif. Kepesertaan BPJS yang aktif akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan dan penanganan kesehatan gratis yang mulai dijalankan Pemerintah tahun ini.

Menkes menegaskan, iuran BPJS per bulan tergolong sangat terjangkau, namun memberikan manfaat layanan kesehatan yang besar. Bahkan, biaya tersebut lebih murah dibandingkan pengeluaran rutin untuk rokok.

Baca juga : DPR Ajak Umat Kristiani Berempati Atas Bencana Di Tanah Air

"Saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS Kesehatan. Karena bayarnya hanya berapa puluh ribu rupiah sebulan. Lebih sedikit daripada uang rokok,” tutur Menkes, dalam konferensi pers Capaian dan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis, di Jakarta, Jumat (23/1/2026)

Adsense

Menkes menyampaikan hal tersebut seiring dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kini, CKG tidak hanya mencakup skrining kesehatan, tetapi juga layanan penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut pemeriksaan.

Baca juga : Bantu Ringankan Beban Masyarakat, AGP Gelar Pasar Murah di 800 Titik

Dalam skema program tersebut, layanan penanganan diberikan secara gratis selama 15 hari pertama. Setelah itu, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan gratis apabila memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.

Sebaliknya, jika tidak memiliki kepesertaan BPJS, masyarakat harus menanggung biaya pengobatan setelah melewati masa 15 hari pertama. “Jadi, harusnya masyarakat segera mengaktifkan BPJS-nya. Karena kalau dia adalah anggota BPJS yang aktif, maka penanganan akan gratis,” tambahnya.

Baca juga : Ketemu Anak Muda Purwakarta, Gugun Gumilar Pesan Jangan Takut Bermimpi

Menkes kemudian mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG untuk mencegah risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit serius. Pada 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan sebanyak 136 juta orang berpartisipasi dalam program tersebut, hampir dua kali lipat dibanding capaian tahun lalu yang mencapai 70 juta orang.

“Di tahun 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan menjadi tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah seluruh masyarakat Indonesia sehat,” pungkas dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense