BREAKING NEWS
 

Perpusnas Luncurkan SAKEDAP, Perkuat Literasi Digital & Kepatuhan Serah Simpan Karya

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 10 Februari 2026 18:25 WIB
Peluncuran aplikasi Sistem Akses Elektronik Deposit Aman dan Praktis (SAKEDAP). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) meluncurkan aplikasi Sistem Akses Elektronik Deposit Aman dan Praktis (SAKEDAP) untuk memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan kepatuhan serah simpan karya cetak dan karya rekam nasional.

Peluncuran dilakukan dalam gelar wicara bertema “Urgensi Literasi Digital dalam Mendukung Pembelajaran yang Efektif melalui Pemanfaatan Layanan Perpustakaan”, di Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pola pembelajaran dan akses informasi. Kondisi ini menjadikan literasi digital sebagai kompetensi penting bagi pendidik, peserta didik, dan masyarakat luas.

Sebagai lembaga Pemerintah nonkementerian di bidang perpustakaan, Perpusnas menyediakan informasi tervalidasi melalui berbagai koleksi digital daring, seperti jurnal elektronik, buku digital, buku audio, hingga referensi digital lainnya untuk mendukung kebutuhan informasi masyarakat.

Peluncuran aplikasi SAKEDAP dan gelar wicara Urgensi Literasi Digital dalam Mendukung Pembelajaran yang Efektif melalui Pemanfaatan Layanan Perpustakaan, di Perpusnas, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Foto: Dok. Perpusnas)

Baca juga : Prabowo Ajak APINDO Perkuat Industri Dan Serap Tenaga Kerja

Kepala Perpusnas Prof. E. Aminudin Aziz mengatakan, transformasi digital telah mengubah pola akses informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam memilah informasi.

“Arus informasi digital dapat memperkaya wawasan, tetapi juga berpotensi menciptakan kesenjangan bagi mereka yang tidak memiliki akses. Literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu menapis, memahami, dan memanfaatkan informasi secara cerdas,” ujarnya.

Adsense

Ia menegaskan, perpustakaan memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber informasi tervalidasi melalui berbagai platform digital. Sumber tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pengelola perpustakaan.

Peluncuran SAKEDAP, lanjut Prof. Amin, dilatarbelakangi kebutuhan integrasi sistem layanan bibliografi nasional. Perpusnas mencatat jumlah judul terbit yang memperoleh International Standard Book Number (ISBN) belum sebanding dengan karya yang diserahkan sebagai deposit.

Baca juga : Kader Gerindra Ajak Masyarakat, Perbanyak Literasi Kebangsaan

“Kami melihat adanya ketidaksinkronan antara penerbitan ISBN dan pemenuhan kewajiban serah simpan. SAKEDAP menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat integrasi sistem dan memastikan khazanah pengetahuan bangsa terkelola dengan baik,” tuturnya.

Perpusnas juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, termasuk percepatan proses ISBN. “Kami juga mendorong kepatuhan pemangku kepentingan dalam memenuhi kewajiban serah simpan,” tandasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, memaparkan bahwa pemanfaatan layanan Perpusnas sepanjang 2025 mencapai 17.631.367 pengunjung, terdiri atas 16.816.103 pengunjung daring dan 765.264 pengunjung luring.

Lima layanan digital dengan tingkat pemanfaatan tertinggi yakni Indonesia OneSearch, BintangPusnas Edu, Online Public Access Catalog (OPAC) Perpusnas, situs web Perpusnas, dan e-Resources.

Baca juga : Kepuasan Terhadap Presiden 79,9 Persen

“Dalam hal ini, layanan digital dan koleksi cetak Perpusnas akan terus berjalan berdampingan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense