BREAKING NEWS
 

Giliran Ulama Dan Ormas Diundang Ke Istana

Prabowo Kini Lebih Banyak Mendengar

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 6 Maret 2026 08:48 WIB
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengundang para ulama dan ormas Islam untuk membahas konflik di Timur Tengah, Kamis (05/03/2026). Pertemuan itu dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Sebelumnya, Presiden mengundang para mantan presiden dan para ketua umum partai politik koalisi pemerintah. Prabowo kini lebih banyak mendengar.

Selain berdialog, pertemuan juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama. Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dan Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid menjadi tokoh agama pertama yang tiba di Istana.

Keduanya datang bersamaan sekitar pukul 15.48 WIB. Anwar mengenakan batik lengan panjang, sementara Nusron mengenakan busana muslim berwarna putih.

Anwar mengatakan kedatangannya ke Istana untuk memenuhi undangan buka puasa bersama Presiden Prabowo.

Soal perkembangan konflik tersebut, Anwar enggan berspekulasi. Namun ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan perdamaian. Ia juga mengkhawatirkan eskalasi konflik dapat berdampak pada perekonomian, termasuk Indonesia.

Baca juga : Prabowo Kumpulkan Saran Hadapi Dampak Perang

“Kita berharap semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Pusat Nabil Fuad Almusawa mengatakan kehadirannya di Istana untuk memberikan masukan kepada Presiden terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.

“Beliau ingin mendengar masukan terkait perkembangan terkini, termasuk BoP dan mungkin juga masalah Iran dengan Amerika. Banyak hal,” ujar Nabil.

Menurut Nabil, keberadaan BoP saat ini dinilai belum berjalan efektif. Karena itu, ia mendorong Presiden Prabowo untuk meninjau kembali keterlibatan Indonesia dalam lembaga yang disebut sebagai bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.

Adsense

“Jadi mungkin Presiden perlu meninjau ulang,” kata Nabil. Ia menambahkan, jika hasil evaluasi menunjukkan tidak ada perbaikan signifikan, langkah tegas perlu dipertimbangkan.

Baca juga : KSPSI dan KBPSI Dukung Program Prabowo, Yakin Berpihak ke Serikat Buruh

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo terkait konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Ia menilai langkah Presiden menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan sikap yang tepat.

“Sebagai negeri Muslim terbesar yang berlandaskan Pancasila, kita tidak bisa menerima pembunuhan yang biadab. Jadi saya bersyukur dan mengapresiasi Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada rakyat Iran,” ujar Jimly.

Namun demikian, menurut Jimly, pernyataan belasungkawa saja belum cukup. Ia menilai Indonesia perlu mengambil langkah diplomatik lanjutan, termasuk mengevaluasi keterlibatan dalam BoP yang belakangan dikaitkan dengan kepentingan Trump.

Ia mengusulkan agar Indonesia tidak keluar dari BoP, tetapi menangguhkan sementara kewajiban keanggotaannya hingga dua syarat terpenuhi. Pertama, hingga perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mereda.

“Kedua, sampai ada kepastian jadwal pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Palestina. Kalau sudah ada kepastian, baru kita aktif lagi,” jelasnya.

Baca juga : Transformasi Marquez: Dari Agresif Ekstrem Kini Lebih Kalem

Jimly juga mendorong Indonesia mengambil peran lebih aktif sebagai negara Muslim terbesar non-Arab untuk menjembatani potensi perpecahan di dunia Islam.

“Kita sudah saatnya berperan untuk menjembatani potensi konflik adu domba di dunia Islam. Jangan sampai isu Sunni-Syiah atau Arab dan non-Arab justru memecah belah,” tegasnya.

Rencana Presiden Prabowo mengundang tokoh agama ini sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Istana Negara, Rabu (4/3/2026). “Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh agama, ulama untuk buka puasa,” kata Nasaruddin.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengundang mantan presiden, mantan wakil presiden, ketua umum partai politik, serta mantan menteri luar negeri pada Selasa (3/3/2026). Dalam pertemuan tersebut hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense