RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berencana menyampaikan taklimat kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di seluruh daerah di Indonesia secara virtual pada Senin (9/3/2026).
Staf Khusus Kepala Staf Presiden (KSP), Timothy Ivan Triyono menjelaskan pernyataan Presiden perlu ditempatkan pada konteksnya. Saat peresmian itu, Presiden menyampaikan Indonesia memiliki kekuatan besar. Namun, Presiden juga ingin bersikap jujur kepada rakyat.
Menurut Ivan, rencana penyampaian pernyataan kepada publik itu masih dibahas. Termasuk mengenai format dan mekanisme penyampaiannya.
"Rentu rencana beliau memberikan pernyataan kepada masyarakat ini masih didiskusikan formatnya seperti apa, lalu templatenya seperti apa masih dalam diskusi,” kata Ivan, dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, istilah taklimat sering digunakan dalam dunia militer yang berarti memberikan arahan dan pandangan umum. Dalam konteks ini, Prabowo sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ingin menyampaikan pandangan umumnya kepada masyarakat terkait situasi terkini. Terutama yang berkaitan dengan kondisi geopolitik.
Ivan mengatakan, salah satu perhatian Presiden adalah maraknya disinformasi di media massa dan media sosial. Menurutnya, sebagian disinformasi tersebut memotong pernyataan Presiden Prabowo maupun pejabat negara. "Lalu dijadikan klip-klip berita palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan masyarakat," ungkapnya.
Baca juga : DPR Dukung Pemberlakuan PP Tunas, Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital
Melalui taklimat tersebut, Presiden juga ingin menjelaskan secara langsung kepada masyarakat sejumlah isu terkini. Beberapa di antaranya mengenai Board of Peace (BoP), perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), situasi ketersediaan energi di tengah konflik Iran, serta kondisi ekonomi dan pembangunan di dalam negeri. “Tentu poin-poin itulah yang akan disampaikan Bapak Presiden,” urai Ivan.
Ia menambahkan, format penyampaian taklimat masih disiapkan oleh tim Presiden. Penyampaiannya bisa dalam bentuk monolog, dialog dengan pemimpin redaksi media, dialog dengan podcaster, maupun dengan influencer.
“Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini kita dapat menyaksikan apa konsen atau pernyataan dari Bapak Presiden,” sambung Ivan.
Ivan menegaskan taklimat tersebut merupakan upaya Presiden menjawab kritik dan menangkal disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) yang beredar luas di masyarakat dan dinilai menghasut serta menyesatkan.
Menurutnya, berbagai meme maupun potongan video yang beredar mengenai kondisi energi dan pangan perlu diluruskan. Ia mencontohkan narasi yang menyebut energi Indonesia hanya cukup untuk 20 hari sehingga masyarakat akan “naik unta”. "Ini semua sesuatu yang sangat menyesatkan,” cetus Ivan
Ia menegaskan pemerintah saat ini berada pada jalur yang tepat menuju swasembada solar pada 2026. Selain itu, cadangan energi disebut cukup, sementara cadangan pangan juga dalam kondisi aman.
Baca juga : Uni Emirat Arab Serahkan 30 Ton Kurma Untuk Indonesia
Ivan menyebut Indonesia saat ini swasembada beras dan bahkan mengalami surplus sekitar 17 juta ton. Selain itu, jagung dan cabai rawit juga telah swasembada sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan.
Melalui taklimat tersebut, Presiden ingin menjawab langsung berbagai pertanyaan publik, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di Timur Tengah.
Menurut Ivan, Presiden juga ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalani aktivitas dengan tenang, terutama menjelang Idul Fitri, ketika akan terjadi arus mudik dan arus balik.
“Presiden ingin masyarakat fokus merayakan Idul Fitri dengan khidmat dan rasa kekeluargaan. Presiden ingin memastikan semua masyarakat Indonesia bisa tercukupi baik energi maupun pangannya,” ujarnya.
Terkait penggunaan istilah taklimat, Ivan mengatakan Presiden selama ini selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Ia menilai Presiden tidak menggunakan istilah yang sulit dimengerti publik.
“Presiden selalu berusaha menggunakan bahasa rakyat, bahasa wong cilik,” kata Ivan
Baca juga : Momen Prabowo Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Mahasiswi Indonesia di Yordania
Dalam taklimat tersebut, Presiden juga ingin menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara non-blok dengan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia tidak terlibat dalam konflik dan tidak menjadi ancaman bagi negara mana pun.
Menurut Ivan, Presiden juga ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalani aktivitas dengan tenang, terutama menjelang Idul Fitri, ketika akan terjadi arus mudik dan arus balik.
“Presiden ingin masyarakat fokus merayakan Idul Fitri dengan khidmat dan rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Terkait penggunaan istilah taklimat, Ivan mengatakan Presiden selama ini selalu menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Ia menilai Presiden tidak menggunakan istilah yang sulit dimengerti publik. “Presiden selalu berusaha menggunakan bahasa rakyat, bahasa wong cilik,” jelasnya.
Selain itu, Presiden juga ingin menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan energi dan pangan, khususnya menjelang Lebaran.
“Artinya masyarakat berkumpul bersama keluarga, Presiden ingin memastikan semua masyarakat Indonesia yang merayakan Lebaran bisa tercukupi baik energi maupun pangannya,” pungkas Ivan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.