Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
CISFED Harap RI Maksimalkan Peran Di OKI Dan BoP Untuk Kemerdekaan Palestina
Minggu, 15 Februari 2026 22:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom Center for Islamic Studies in Finance, Economics and Development (CISFED) Farouk Abdullah Alwyni berharap pemerintah memaksimalkan peran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Farouk menilai Indonesia memiliki modal diplomatik yang kuat untuk memimpin konsolidasi negara-negara dunia Islam. OKI disebut sebagai forum multilateral dengan legitimasi internasional yang sejak awal menjadikan Palestina sebagai isu utama.
Baca juga : Wamenhaj dan Menko Perekonomian Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji
Ia mendorong Indonesia menginisiasi diplomasi aktif melalui OKI dengan menggalang negara-negara kunci seperti Iran, Turki, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Mesir.
“Langkah tersebut perlu untuk menekan Amerika Serikat dan Eropa menghentikan pendudukan Israel, serta mendorong kemerdekaan Palestina secara nyata dan terukur,” kata Farouk dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Baca juga : Sikap Indonesia Bela Palestina Tidak Berubah
Farouk juga menyoroti belum bergabungnya Inggris dan Prancis dalam BoP. Ia menilai piagam pendirian BoP tidak secara eksplisit menyebut Palestina atau Gaza sehingga dinilai belum memiliki peta jalan kemerdekaan Palestina maupun mekanisme akuntabilitas yang jelas.
Meski demikian, jika Presiden Prabowo Subianto memutuskan bergabung dalam BoP, Farouk menyarankan keanggotaan Indonesia bersifat sementara dan bersyarat.
Baca juga : Dubes RI Adam Tugio Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Vietnam
“Keanggotaan sementara penting sebagai bentuk mitigasi risiko dan perlindungan legitimasi politik luar negeri Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan Indonesia perlu bersikap vokal dan tegas dalam diplomasi internasional, serta secara terbuka menuntut pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya