BREAKING NEWS
 

Dukcapil: Nurhayati dan Junaidi Jadi Nama Terpopuler di Indonesia

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 12 Maret 2026 23:22 WIB
Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Data kependudukan tidak hanya mencatat jumlah penduduk, tetapi juga menyimpan berbagai informasi sosial dan budaya masyarakat. Salah satunya terlihat dari tren nama yang digunakan oleh penduduk Indonesia di berbagai wilayah.

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi mengungkapkan, nama Nurhayati dan Junaidi menjadi salah satu nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia berdasarkan data kependudukan terbaru.

Hal tersebut disampaikan Teguh saat memaparkan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa.

Menurut Teguh, dalam perspektif administrasi kependudukan, nama bukan sekadar identitas personal, tetapi juga identitas hukum yang memiliki fungsi penting dalam pelayanan publik.

“Berdasarkan Permendagri Nomor 73 Tahun 2022, arti nama dalam kedukcapilan dititikberatkan pada fungsi validitas, kepastian hukum, dan kemudahan pelayanan publik,” tutur Teguh.

Baca juga : Kemlu: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Sudah Tiba di Indonesia

Dalam paparannya yang bertema “Potret Keragaman Indonesia dalam Satu Data Kependudukan Nasional”, Teguh menegaskan bahwa data kependudukan merupakan fondasi bagi berbagai kebijakan negara.

Mulai dari pelayanan publik, pembangunan demokrasi, perencanaan pembangunan hingga alokasi anggaran. “Oleh karena itu, akurasi dan ketunggalan data menjadi kunci,” ucapnya.

Selain memaparkan data utama, Teguh juga menyampaikan sejumlah fakta unik mengenai nama penduduk di Indonesia.

Berdasarkan wilayah, di Pulau Sumatera nama Junaidi menjadi nama laki-laki paling populer dengan jumlah 45.217 orang. Sementara untuk perempuan, nama Nurhayati menjadi yang terbanyak dengan 84.350 orang.

Adsense

Di Pulau Jawa, nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah Sutrisno, dengan jumlah 103.903 orang. Sedangkan untuk perempuan, nama Sulastri menjadi yang paling populer dengan 137.708 penyandang.

Baca juga : Senangnya Jean Mota Jalani Debut di Persija

Sementara di Sulawesi, nama Sudirman menjadi nama laki-laki terbanyak dengan 19.356 orang. Untuk perempuan, nama Nurhayati kembali menjadi yang paling banyak digunakan dengan jumlah 23.879 orang.

Teguh juga mengungkapkan adanya nama terpanjang yang tercatat dalam database Dukcapil pada tahun 2025 dengan jumlah 79 karakter, yakni Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu’art.

Menurut Teguh, nama tersebut tidak lagi sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022 yang membatasi jumlah karakter nama pada dokumen kependudukan maksimal 60 karakter, termasuk spasi.

Nama tersebut tercatat sebelum aturan tersebut diberlakukan. Ia menjelaskan, nama yang terlalu panjang berpotensi menimbulkan kendala dalam administrasi kependudukan.

“Nama yang terlalu panjang tidak muat di kolom KTP-el atau Kartu Keluarga, dan berpotensi terpotong dalam database atau menyebabkan error pada aplikasi layanan,” jelas Teguh.

Baca juga : Menag: Masjid Negara IKN Jadi Mercusuar Toleransi

Kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaksesuaian nama antara dokumen kependudukan dengan dokumen lain seperti paspor, ijazah, maupun buku rekening bank, yang pada akhirnya menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan publik.

Sebaliknya, terdapat pula nama yang sangat pendek, bahkan hanya terdiri dari satu huruf seperti M, D, C, N, J, Q, dan V, yang masing-masing tercatat dimiliki oleh satu orang.

Selain itu, Teguh juga mengungkapkan bahwa penduduk tertua yang tercatat dalam data Dukcapil adalah Maryam, yang lahir pada tahun 1907 di Bangkalan dan saat ini berusia 118 tahun.

Menurut Teguh, dalam konteks demografi, penduduk lanjut usia bukan sekadar kelompok rentan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dan kesejahteraan.

“Meningkatnya jumlah lansia, terutama yang sehat dan mandiri, menandakan keberhasilan peningkatan usia harapan hidup dan perbaikan kualitas kesehatan,” tutup Teguh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense