RM.id Rakyat Merdeka - Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Tina Talisa, menyambut baik forum Silaturahmi dan Dialog Kolaborasi yang digelar di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (11/3/2026). Forum ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat UMKM dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Tina menyebut, kegiatan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden dan Wakil Presiden untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat melalui sinergi berbagai pihak.
“Kami menyelenggarakan silaturahmi dan dialog kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dunia usaha, dan organisasi masyarakat,” ujar Tina, dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis (19/3/2026).
Mantan jurnalis televisi itu menjelaskan, forum ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam mendorong penguatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi perempuan agar lebih terkoordinasi dan berdampak nyata.
“Tujuannya untuk mendorong penguatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi perempuan,” katanya.
Baca juga : Bear Brand Kolaborasi Grab Ajak Masyarakat Terapkan 5 Kebiasaan Sehat di Ramadan
Namun, Tina juga menyoroti belum adanya indikator yang jelas dalam mendefinisikan kenaikan kelas UMKM. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam mendorong transformasi usaha secara terukur.
“Kita belum punya kriteria yang jelas soal apa yang dimaksud naik kelas. Apakah dari mikro ke kecil, penambahan pegawai, aset, omzet, atau peningkatan literasi keuangan?” ujarnya.
Dalam diskusi, berbagai pihak menyampaikan pandangan ihwal tantangan dan peluang penguatan UMKM serta ekonomi perempuan. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas, Maliki, menyoroti masih rendahnya proporsi wirausaha perempuan di Indonesia.
“Kalau kita lihat, proporsi wirausaha perempuan mungkin baru sekitar 37 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kemeninves/BKPM, Riyatno, menekankan pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM, khususnya usaha mikro, melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Baca juga : Pemerintah Tegas, 3 Kasus Pengelolaan Sampah Masuk Penyidikan
“Kami mengajak para pemangku kepentingan untuk mendorong pelaku UMKM, terutama mikro, agar memiliki NIB,” kata Riyatno.
Dari sisi data, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Nashrul Wajdi, menilai masih ada pekerjaan rumah untuk memastikan kontribusi ekonomi perempuan benar-benar optimal. “Kita masih punya banyak PR. Perempuan bekerja bisa jadi karena kebutuhan, tetapi apakah kontribusinya sudah optimal seperti yang diharapkan?” ujarnya.
Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Nita Yudi, menegaskan perempuan memiliki peran penting dalam dunia usaha dan tidak kalah tangguh dibanding laki-laki. “Perempuan juga harus berusaha. Kita lihat perempuan itu paling kuat dan paling berjuang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan MPP Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Euis Amalia, menyoroti pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari daya saing produk, termasuk bagi UMKM.
“Tidak ada pengecualian. Semua produk yang masuk dan beredar di Indonesia harus bersertifikat halal. Ini harus menjadi komitmen,” kata Euis.
Baca juga : Kakorlantas Dampingi Kapolri Hadiri Pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026
Di sisi lain, Ketua Badan Otonom Womenpreneur BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mellisa Hamid, menekankan pentingnya dukungan ekosistem bagi pengusaha perempuan agar dapat berkembang optimal.
“Banyak pengusaha perempuan membutuhkan support system, dukungan Pemerintah, serta wadah yang sehat untuk berkarya,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.