RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga 20–25 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tidak menunggu laporan dari balik meja. Ia turun langsung ke lapangan untuk memimpin penguraian antrean kendaraan.
Dari Ketapang, Banyuwangi, pada Selasa (17/3/2026) siang menjelang sore, Menhub menyeberang ke Gilimanuk dengan menaiki feri sebagai pejalan kaki. Ia didampingi Direktur Utama Jasa Marga, Direktur Utama Pelindo, jajaran direksi ASDP, serta Kepala Korlantas Polri.
Sebelumnya, Menhub dan rombongan bertolak dari Jakarta menggunakan pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan yang dioperasikan Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP), mengingat padatnya agenda pemantauan arus mudik Lebaran.
Saat melintasi jalan menuju feri di Ketapang, sejumlah pengemudi sempat berteriak dan membunyikan klakson. Namun, rombongan tetap melanjutkan perjalanan karena situasi antrean panjang di Gilimanuk harus segera ditangani.
Baca juga : Kemenhub Percepat Bongkar Muat, Antrean Gilimanuk Berhasil Diurai
Penanganan ini menjadi krusial mengingat Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk ditutup sementara pada 18–20 Maret pagi untuk menghormati umat Hindu di Bali yang merayakan Hari Raya Nyepi. Penguraian antrean di Gilimanuk menjadi kunci untuk mengatasi kepadatan di Ketapang.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat antrean ini. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk memastikan seluruh langkah percepatan dilakukan secara maksimal di lapangan,” ujar Menhub.
Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, Menhub langsung memimpin koordinasi lintas instansi. Ia mengonsolidasikan operator pelabuhan, aparat, dan petugas teknis agar bekerja dalam satu ritme untuk mempercepat layanan penyeberangan.
Sejumlah langkah strategis diterapkan, antara lain optimalisasi kantong parkir (buffer zone), prioritas bagi bus penumpang dan kendaraan pribadi, serta penerapan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) secara konsisten dengan enam kapal.
Baca juga : Urai Antrean Gilimanuk, ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara
Menhub juga meminta penambahan dan optimalisasi kapal berkapasitas besar untuk meningkatkan daya angkut kendaraan. ASDP menambah satu kapal besar, yakni KMP Prima Nusantara, guna membantu penguraian antrean.
Hasilnya mulai terlihat dalam hitungan jam. Menjelang Selasa sore, antrean yang semula puluhan kilometer berhasil ditekan menjadi sekitar 9 kilometer. Perbaikan terus berlanjut hingga pada Rabu (18/3/2026), antrean menyusut drastis menjadi sekitar 1 kilometer.
Kondisi yang sebelumnya tampak sebagai krisis berangsur terkendali. Aktivitas penyeberangan di Gilimanuk dan Ketapang kembali berjalan normal. Umat Hindu dapat merayakan Nyepi dengan khusyuk di Bali, sementara pemudik menuju Jawa tetap terlayani.
“Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan kerja cepat di lapangan, antrean berhasil diurai secara signifikan dalam waktu singkat. Ini membuktikan bahwa koordinasi yang solid mampu mempercepat penanganan masalah,” kata Menhub.
Baca juga : Menhub: Kepadatan Di Gilimanuk Sudah Terurai, Antrean Turun
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk operator pelabuhan, TNI, Polri, serta masyarakat yang tertib mengikuti arahan selama proses berlangsung.
Meski kondisi telah normal, langkah Menhub tidak berhenti. Ia melanjutkan pemantauan ke sejumlah titik krusial, mulai dari ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga pelabuhan di Banten, seperti Merak dan Ciwandan.
Menhub turut menghadiri pelepasan (flag off) rekayasa lalu lintas satu arah di Tol Jakarta–Cikampek pada Selasa malam, sebelum bergerak ke Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan.
Bahkan hingga waktu sahur, Menhub masih berada di Pelabuhan Ciwandan untuk memantau arus mudik dan memastikan pelayanan tetap optimal. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan bekerja tanpa henti demi kelancaran perjalanan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.