Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menhan: Ancaman Negara Kini Datang Dari Kebocoran Ekonomi
Sabtu, 31 Januari 2026 13:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional dari berbagai praktik yang berpotensi merugikan negara. Menurutnya, tantangan pertahanan Indonesia saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi.
Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan sambutan di hadapan 160 peserta Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Bogor, Sabtu (31/1/2026).
“Ancaman terbesar kita hari ini adalah kedaulatan ekonomi. Ada aktivitas usaha yang secara administratif terlihat legal, tapi dalam praktiknya justru merugikan negara,” kata Sjafrie.
Ia menyoroti masih adanya kebocoran ekonomi yang terjadi akibat penyelundupan sumber daya alam, manipulasi perizinan, hingga penghindaran kewajiban kepada negara. Praktik-praktik tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga : Mendagri Ungkap Peran Kunci Data Dukcapil, dari Bansos hingga Keuangan Digital
Sjafrie juga menyampaikan data yang menunjukkan konsentrasi penguasaan ekonomi nasional berada pada segelintir pelaku usaha besar. Kondisi ini, kata dia, membuat struktur ekonomi menjadi rentan jika tidak dikelola dengan tata kelola yang adil dan transparan.
Ia mencontohkan penyelundupan komoditas seperti timah, sawit, dan hasil tambang lain yang sejak lama terjadi dan menimbulkan kerugian besar. Padahal, kekayaan alam tersebut seharusnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Karena itu, pemerintah saat ini tengah melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan dan perkebunan ilegal, termasuk evaluasi serta pencabutan izin sejumlah korporasi. Langkah tersebut, menurut Sjafrie, merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.
“Kita sedang membenahi tata kelola. Negara tidak boleh terus kehilangan haknya,” ujarnya.
Baca juga : Petani Harap Regulasi Tembakau Jaga Keberlanjutan Ekonomi
Ia menilai, lemahnya pengawasan memberi ruang tumbuhnya praktik-praktik yang menyimpang. Akibatnya, manfaat ekonomi tidak dirasakan secara merata oleh masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata. Menjaga ekonomi nasional dari kebocoran juga merupakan bagian penting dari upaya pertahanan.
“Melindungi negara adalah tugas bersama. Setiap warga negara punya peran, termasuk dunia usaha, agar ekonomi kita kuat dan berkeadilan,” katanya.
Ia pun mengajak insan pers untuk turut mengawal isu-isu ekonomi strategis dan mendorong praktik usaha yang sehat dan bertanggung jawab.
Baca juga : 200 Marinir dan Drone Dikerahkan Cari Korban Longsor Cisarua
“Pers punya peran penting membangun kesadaran. Dengan informasi yang benar, kita bisa menjaga kepentingan bangsa bersama-sama,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya