RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan memahami tekanan yang dihadapi industri penerbangan nasional akibat dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga avtur, fluktuasi nilai tukar, serta meningkatnya biaya operasional maskapai.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan pemerintah tengah mengkaji permohonan penyesuaian fuel surcharge dan Tarif Batas Atas (TBA) yang diajukan oleh INACA.
Baca juga : Jelang Arus Balik, Menhub Ingatkan Truk Logistik Taat Aturan Pembatasan
Menurut dia, pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek dalam pengambilan kebijakan tersebut, mulai dari kondisi keekonomian maskapai, daya beli masyarakat, hingga keberlanjutan industri penerbangan nasional.
“Selain itu, aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu (25/3/2036).
Baca juga : Menag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai, operator bandara, penyedia avtur, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan harga avtur dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.
Terkait usulan stimulus bagi industri penerbangan, pemerintah tetap memperhatikan kondisi fiskal negara serta kepentingan masyarakat secara luas.
Baca juga : Lima Dampak Kesehatan Situasi Perang
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan yang diambil akan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha maskapai dan perlindungan konsumen, sehingga layanan angkutan udara tetap terjaga dari sisi keselamatan, keamanan, keterjangkauan, dan konektivitas nasional.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas industri penerbangan di tengah tekanan global sekaligus memastikan akses transportasi udara tetap terjangkau bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.