RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memuji sikap Muhammadiyah yang dinilai tetap proporsional dalam menyikapi perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 H. Hal itu disampaikan dalam acara Silaturahim Ba’da Idul Fitri yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung, Minggu (5/4/2026).
Fajar menilai, Muhammadiyah mampu menunjukkan kedewasaan dalam beragama, termasuk saat perayaan Idul Fitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Pada momen tersebut, Muhammadiyah memilih melaksanakan takbiran di rumah sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu.
“Ini menunjukkan Muhammadiyah mampu menempatkan diri secara proporsional di tengah perbedaan,” ujar Fajar.
Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang hadir dan ikut dalam kegiatan takbiran bersama Muhammadiyah, meski merayakan Idul Fitri pada tanggal berbeda.
Baca juga : 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Jemaah Salat Idul Fitri
“Saya senang sekali Kang Farhan datang dan ikut takbiran. Sebagai pemimpin, itu menunjukkan sikap mengayomi dan merangkul semua golongan,” katanya.
Menurut Fajar, anggapan bahwa Muhammadiyah memecah belah umat karena perbedaan penetapan hari raya tidak tepat. Ia menegaskan, penetapan tersebut didasarkan pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mengedepankan perhitungan astronomi.
“Ini bukan soal ingin berbeda. Muhammadiyah justru ingin memperbaiki sistem penanggalan agar lebih akurat dan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Fajar juga mengingatkan bahwa pembaruan dalam Muhammadiyah sudah berlangsung sejak awal berdiri. Ia mencontohkan langkah KH Ahmad Dahlan yang pernah mengoreksi arah kiblat, meski saat itu menuai penolakan.
Baca juga : PLN Indonesia Power Siagakan 114 Posko Jaga Listrik Saat Idul Fitri 1447 H
“Sejarah mencatat, pembaruan seringkali tidak mudah diterima. Tapi itu bagian dari ikhtiar memperbaiki,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Ahmad Dahlan menambahkan, penggunaan KHGT merupakan bagian dari misi Muhammadiyah untuk menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Mengupayakan kalender global bukan agenda eksklusif, tapi bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk umat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai peran Muhammadiyah sangat penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Ramadan & Idul Fitri
“Banyak hal dalam sistem pendidikan kita yang terinspirasi dari Muhammadiyah, baik formal maupun nonformal,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.