RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan logo peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Logo ini memuat filosofi penguatan arah transformasi pendidikan melalui berbagai program prioritas, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat bersama- sama membenahi kualitas pendidikan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, peluncuran logo tersebut juga dilengkapi dengan pedoman peringtan Hardiknas 2026 yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikdasmen.
“Kami mencanangkan bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan Nasional. Tema peringatan Hardiknas 2026 adalah Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kata Mu’ti di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Baca juga : IPR: Penunjukan Qodari Pimpin Bakom Tepat, Perkuat Komunikasi Pemerintah
Melalui SE tersebut, kata Mu’ti, Kemendikdasmen mengimbau instansi pusat dan daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk menyelenggarakan upacara bendera sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Terkait logo Hardiknas 2026, Mu’ti menjelaskan, desain tersebut merepresentasikan semangat peringatan sekaligus arah transformasi pendidikan melalui program prioritas Kemendikdasmen. Yakni revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kesejahteraan guru.
Menurutnya, siluet manusia yang bergerak dinamis dalam logo mencerminkan semangat seluruh elemen masyarakat yang siap berperan aktif dalam mendukung terwujudnya visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
Sementara, garis lengkung yang mengitari logo melambangkan gerak maju, pelindungan dan kesinambungan dalam pembangunan pendidikan nasional.
Baca juga : Golkar Gelar Paskah 2026, Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Bagi Semua Golongan
“Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Adapun dominasi warna biru pada logo melambangkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.
Ketua Forum Guru Indonesia dan Penggerak Komunitas Guru Belajar Nusantara Bukik Setiawan mengatakan, untuk menyambut Hardiknas dibutuhkan keberanian menata ulang arah pendidikan Indonesia dan menjadikan evaluasi sebagai alat belajar, bukan alat untuk menakuti.
Dia mengatakan, di Indonesia diperlukan pendidikan yang mengarah pada kesesuaian lokal, bukan mengejar perbandingan global.
Baca juga : Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Masyarakat Tanam Pohon
Menurut Bukik, guru semestinya menjadi pemimpin belajar, bukan sekadar pelaksana format administrasi.
“Mari kita jujur, mampukah sistem saat ini mampu melahirkan generasi yang utuh secara nilai dan nalar,” ujar Bukik.
Bukik menyorot berbagai situasi nyata saat ini seperti krisis iklim, perubahan pola kerja, hingga kecerdasan buatan. Murid pun butuh kompetensi berpikir kritis, bekerja sama, dan empati yang menurutnya tidak didukung sistem pendidikan saat ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.