Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Stok BBM Aman, Impor Bervariasi
DPR Minta Masyarakat Tenang Dan Tidak Membeli Berlebihan
Minggu, 29 Maret 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan alias panic buying bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji 3 kg.
Anggota Komisi XII DPR Cek Endra mengatakan, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng) masih terus berkepanjangan, khususnya potensi gangguan di Selat Hormuz, Iran. Dan, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi melalui Selat Hormuz relatif terbatas.
Impor minyak mentah yang melewati jalur tersebut hanya sekitar 20-25 persen dari total impor nasional. Sementara BBM seperti Pertalite dan Pertamax tidak bergantung langsung dari kawasan tersebut.
“Artinya, secara pasokan kita masih dalam kondisi aman. Distribusi BBM dan elpiji tetap berjalan normal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ujar Endra dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Menurut Endra, sumber impor energi Indonesia telah terdiversifikasi dari berbagai negara, dan didukung kesiapan cadangan operasional oleh PT Pertamina. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan dalam jangka pendek.
Baca juga : Mendagri Minta Pemda Kurangi Perjalanan Dinas
Selain itu, ia menyambut baik langkah-langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia dalam mengantisipasi dinamika global sektor energi. Ini dilakukan melalui diversifikasi pasokan, penguatan cadangan, dan upaya menjaga stabilitas energi nasional. Sehingga pasokan energi di dalam negeri tetap aman di tengah ketidakpastian global.
Namun, ia mengingatkan dampak utama dari ketegangan global lebih terasa pada sisi harga, bukan ketersediaan. Pemerintah memiliki instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat. "Kami (Komisi XII DPR) akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan distribusi energi tetap lancar," kata politikus Golkar ini.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. "Kami percaya Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus bekerja menjaga ketahanan energi nasional," ucap legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jambi ini.
Sementara, anggota Komisi XII DPR Ateng Sutisna menyoroti kelangkaan dan lonjakan harga yang dialami masyarakat di kawasan Sumedang, Majalengka, dan Subang selama momentum Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal ini menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh dalam tata kelola distribusi energi bersubsidi.
Sebenarnya secara nasional, stok elpiji berada dalam kondisi aman dan Pemerintah telah menambah pasokan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi. Namun, persoalan tetap muncul di tingkat distribusi.
Baca juga : Usut Korupsi Kuota Haji, KPK Klaim Ada Kemajuan
“Kalau stok aman tapi di lapangan langka dan mahal, berarti ada masalah di distribusi. Ini yang harus dibenahi,” tegas politikus PKS ini.
Selain itu, ia mencatat adanya lonjakan harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer hingga jauh di atas harga yang ditetapkan. Juga laporan kekosongan stok di beberapa titik. Karena itu, elpiji harus benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak.
Untuk itu, ia mengimbau kalangan mampu dan pelaku usaha nonmikro untuk beralih ke elpiji nonsubsidi. Sebab gas subsidi itu untuk masyarakat kecil. "Jangan sampai disalahgunakan oleh yang tidak berhak,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan ini bukan pertama kali terjadi dan fakta ini menunjukkan lemahnya pengawasan serta tata distribusi di tingkat daerah.
Untuk itu, ia mendorong beberapa langkah perbaikan. Pertama, distribusi elpiji harus tetap berjalan tanpa terhenti, termasuk saat hari libur. Kedua, operasi pasar perlu digelar di wilayah yang mengalami lonjakan harga. Ketiga, penyaluran berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) harus dipercepat agar subsidi lebih tepat sasaran. Keempat, aparat diminta tegas menindak pelanggaran, mulai dari penjualan di atas harga hingga praktik pengoplosan.
Baca juga : Mentan Tak Ragu Stop Ekspor Bahan Mentah
“Masalah ini tidak boleh dianggap biasa. Harus ada perbaikan nyata supaya masyarakat tidak terus mengalami hal yang sama setiap tahun,” kata Ateng.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melapor jika menemukan pelanggaran di lapangan. Karena dengan distribusi yang lancar dan pengawasan yang ketat, kebutuhan masyarakat seharusnya bisa terpenuhi dengan baik.
Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan, ketahanan energi domestik masih dalam status aman dan terkendali, meskipun sejumlah negara di Asia mulai menghadapi situasi darurat energi. Sebagai antisipasi, Pemerintah telah mengalihkan sumber impor minyak mentah yang selama ini melewati Selat Hormuz.
Dia bilang Pemerintah berupaya untuk mencari sumber alternatif pengganti minyak dari Timteng ke negara lain. Hal itu dilakukan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 29 Maret 2026 dengan judul "Stok BBM Aman, Impor Bervariasi, DPR Minta Masyarakat Tenang Dan Tidak Membeli Berlebihan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya