RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat langkah penghapusan kemiskinan ekstrem dengan memusatkan intervensi di 88 kabupaten/kota prioritas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selain bantuan sosial, strategi yang ditempuh diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerja dan penguatan ekonomi lokal agar target kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026 dapat tercapai.
Target Presiden Prabowo Subianto menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 mendapat perhatian serius dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Kementerian yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu berkomitmen mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem melalui penguatan program pemberdayaan dan intervensi yang lebih terfokus di daerah prioritas.
Baca juga : Perkuat Kepengurusan, PSI Jawa Timur Bangun Kekuatan Sampai Desa
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, target kemiskinan ekstrem nol persen merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Karena itu, kementeriannya akan terus memperkuat langkah lintas sektor agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal.
“Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Februari 2026, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Pada 2024, angka kemiskinan ekstrem tercatat 1,26 persen dan turun menjadi 0,78 persen pada 2025,” ujar Muhaimin dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, Kemenko PM telah memetakan 88 kabupaten/kota prioritas yang mayoritas berada di wilayah Indonesia Timur sebagai fokus utama percepatan penanganan kemiskinan ekstrem.
Baca juga : GKSR Dorong PT Nol Persen, Jangan Ada Suara Rakyat Terbuang
Di daerah tersebut, berbagai program Pemerintah akan diarahkan secara lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
“Melalui berbagai program Pemerintah yang masih bisa disalurkan, dilakukan refocusing di 88 kabupaten/kota tersebut. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan hingga mencapai nol persen pada 2026,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan, strategi penanganan di daerah prioritas tidak hanya mengandalkan bantuan sosial tunai. Pemerintah juga akan memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat agar warga miskin memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.
Masyarakat usia produktif di daerah prioritas akan memperoleh pelatihan kerja jangka pendek agar lebih cepat terserap ke pasar kerja maupun memulai usaha mandiri. Langkah itu diharapkan dapat menciptakan sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat ekonomi lokal. SSL
Baca juga : 5 Jam Tangan Mewah Ditemukan Di Rumah Dinas Bupati Pekalongan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 26 Mei 2026 dengan judul "Gempur Indonesia Timur Pemerintah Kejar Target Nol Persen Kemiskinan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.