Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara Formula 1 (F1) musim 2026.
Pembalap asal Italia berhasil finis nomor wahid pada Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Ville neuve, Montreal, Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini terasa emosional lantaran diraih usai pertarungan agresif dengan rekan setimnya: George Russell. Juga menorehkan sejarah baru. Antonelli yang baru berusia 19 tahun menjadi pembalap pertama dalam sejarah F1 yang bisa meraih empat kemenangan pertamanya secara beruntun.
Keunggulan Antonelli di klasemen kian melebar menjadi 43 poin atas Russell. Kegagalan Russell menyelesaikan balapan (Did Not Finish/DNF) pada lap ke-30 akibat kerusakan power unit atau mesin menjadi titik balik balapan yang berlangsung dinamis dari kondisi basah ke kering itu.
Padahal, Russell mendominasi akhir pekan dengan meraih pole position serta menjuarai sesi sprint race pada Sabtu (23/5/2026). Saat lomba utama bergulir, ketegangan kedua rekan setim ini memuncak. Pada lap ke-24, mereka bersenggolan ringan di chicane terakhir yang memaksa Antonelli mengembalikan posisinya setelah menyalip keluar lintasan.
Baca juga : Kuba: Thank You China Sudah Membantu Kami
Namun, persaingan ketat itu terhenti ketika mobil Russell ke hilangan tenaga, memaksa pembalap asal Inggris tersebut menepi di Tikungan 9.
Antonelli, yang mewarisi posisi terdepan, lantas melaju mulus tanpa terkejar hingga garis finis.
“Bukan cara yang saya inginkan untuk menang. Seharusnya bisa menjadi pertarungan sengit yang bagus melawan George. Namun ya, kami akan menerima (kemenangan) ini,” ujar pembalap yang dijuluki “bocah ajaib” melalui komunikasi radio tim seusai balapan.
Perjuangan pembalap F1 ini akan berlanjut di sirkuit jalan raya Monte Carlo dalam ajang Grand Prix Monako yang dijadwalkan pada 7 Juni 2026. Baginya, arena balapan tersebut cukup rumit.
“Namun, kami akan berusaha siap untuk menghadapi apa pun. Dan saya akan melakukan yang terbaik,” tandas Antonelli.
Baca juga : Sabrina Chairunnisa, Bekukan Sel Telur Di AS
Sementara itu, Russell tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Meski sudah memberikan penampilan maksimal, faktor teknis di luar kendalinya harus membuyarkan impiannya naik podium juara.
“Sedikit kehabisan kata-kata saat ini. Dari sisi saya, saya tidak merasa ada hal lain yang bisa saya lakukan akhir pekan ini, jadi saya akan pergi dengan rasa puas. Tentu saja, saya sangat frustrasi dengan apa yang terjadi,” tutur Russell kepada Sky F1.
Insiden saling salip yang agresif antar kedua pembalap Mercedes ini mengingatkan memori sang prinsipal tim, Toto Wolff , pada era persaingan panas Lewis Hamilton dan Nico Rosberg satu dekade silam.
“Tetapi selain itu, saya pikir mereka bersikap seperti pembalap yang berpacu memperebutkan gelar juara. Jadi saya tidak dapat melihat ada kesalahan dalam hal itu,” tegas Wolff.
Podium Perdana
Di saat Mercedes mendominasi di depan, balapan kali ini juga menjadi panggung kebangkitan bagi Lewis Hamilton dan Max Verstappen.
Baca juga : Antusias Panen Udang di Kebumen, Prabowo Ikut Tarik Jaring dengan Nelayan
Mengendarai mobil Ferrari, Hamilton sukses mengamankan posisi kedua dengan selisih 10,768 detik di belakang Antonelli. Raihan ini menandai podium ke-204 sepanjang karier sang juara dunia tujuh kali tersebut.
“Akhirnya kami menemukan performa terbaik. Sangat menyenangkan kembali berada di podium dan bertarung dengan Max. Saya sangat bahagia karena saya selalu menyukai sirkuit ini,” ungkap Hamilton.
Ia juga terlihat memeluk Antonelli seusai balapan, menyiratkan gestur simbolis dari sang legenda kepada penerusnya di Mercedes. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya