BREAKING NEWS
 

Revitalisasi Sekolah di Manokwari Bangkitkan Harapan Murid Papua

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 29 Mei 2026 23:44 WIB
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Revitalisasi puluhan sekolah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, tak hanya menghadirkan bangunan dan fasilitas baru, tetapi juga membangkitkan harapan serta semangat belajar para murid.

Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan bermutu hingga ke wilayah timur Indonesia.

Kebahagiaan itu dirasakan Jesenia Nelavita Wondoy, perwakilan murid SMP Advent Manokwari.

Di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Jesenia membacakan surat yang mewakili rasa syukur para murid atas wajah baru sekolah mereka.

Bantuan revitalisasi fisik dan digitalisasi dari Kemendikdasmen telah mengubah lingkungan belajar menjadi lebih nyaman, modern, dan mendukung proses pendidikan.

“Bagi kami sebagai anak-anak Papua, bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan. Kami merasa diperhatikan, didukung, dan diberikan kesempatan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi,” ujar Jesenia dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/5/2026). 

Menurutnya, fasilitas baru seperti laboratorium IPA, Interactive Flat Panel (IFP), ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta toilet yang bersih membuat para murid merasa lebih dihargai dan semakin termotivasi untuk berprestasi.

Baca juga : Kakorlantas: Iduladha Jadi Momentum Tingkatkan Keikhlasan dan Pengabdian

Menanggapi antusiasme tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam merawat kebinekaan sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Abdul Mu’ti meresmikan 31 sekolah di Kabupaten Manokwari yang telah menyelesaikan program revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran Rp 39,9 miliar.

Ia juga menyerahkan mock-up prasasti sebagai penanda kerja sama kepada 17 sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun 2026.

Rasa syukur serupa disampaikan Kepala SD Negeri 75 Kerney, Serli Juli Rumpedai. Setelah 12 tahun mengabdi, sekolah yang dipimpinnya untuk pertama kali memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.

Selama ini, keterbatasan ruang membuat siswa kelas 5 dan 6 harus belajar dalam satu ruangan yang disekat. Kondisi toilet sekolah pun mengalami kerusakan cukup parah.

Melalui program revitalisasi tahun 2026, SD Negeri 75 Kerney akan memperoleh satu ruang kelas baru, ruang UKS, serta rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, dan toilet.

Adsense

“Jujur sampai sekarang masih berdebar-debar, sangat bahagia dan tidak menyangka. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan,” kata Serli.

Baca juga : Persib Ukir Sejarah, Ngariung Juara Digelar Meriah

Ia menjelaskan, keberhasilan memperoleh bantuan tidak terlepas dari kedisiplinan sekolah dalam memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara akurat.

Serli berharap, program serupa terus menjangkau sekolah-sekolah terpencil agar murid di pelosok juga dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak.

Komitmen pemerataan pendidikan tersebut, menurut Abdul Mu’ti, sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk menjadikan sekolah sebagai rumah sekaligus ruang perjumpaan bagi seluruh anak Indonesia.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah dan tempat terjadinya melting point serta meeting point bagi seluruh anak Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan yang inklusif dengan merangkul sekolah negeri maupun swasta sebagai mitra strategis.

Seluruh peserta didik, kata dia, berhak memperoleh pendidikan bermutu untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Selain membenahi sarana fisik, Kemendikdasmen juga memperkuat infrastruktur pedagogis dan kultural. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah mengalokasikan 150.000 beasiswa bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1.

Baca juga : Suasana Kebatinan Di Hadapan Ka’bah

Penguatan karakter murid juga dilakukan melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menanamkan nilai kedisiplinan dan kemandirian.

Apresiasi atas program revitalisasi tersebut turut disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou.

Menurutnya, kunjungan Mendikdasmen bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Papua Barat.

Hermus mengungkapkan, program revitalisasi sangat membantu pemerintah daerah yang saat ini menghadapi tantangan keterbatasan anggaran setelah mengalami pemangkasan lebih dari Rp 200 miliar akibat kebijakan efisiensi.

“Kunjungan Bapak Menteri hari ini merupakan wujud komitmen kebangsaan dan kehadiran negara di daerah, khususnya di tanah Papua. Transformasi pembelajaran dan digitalisasi layanan pendidikan ini menjadi hal yang sangat luar biasa bagi kami,” ujar Hermus.

Ia meyakini sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan para murid akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi Papua yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense