BREAKING NEWS
 

Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 30 Mei 2026 11:24 WIB
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat upaya pemerataan pendidikan di wilayah Timur Indonesia.

Melalui program revitalisasi satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh akses belajar yang layak, aman, dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan rampungnya revitalisasi 10 satuan pendidikan penerima bantuan tahun 2025 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Program tersebut menelan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar dan seluruh pekerjaan fisik telah selesai 100 persen.

Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, salah satu sekolah penerima bantuan terbesar di Teluk Bintuni dengan nilai revitalisasi mencapai Rp 2,62 miliar.

Program tersebut mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga fasilitas sanitasi.

Baca juga : Revitalisasi Sekolah di Manokwari Bangkitkan Harapan Murid Papua

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya negara menghadirkan keadilan dan pemerataan layanan pendidikan hingga ke daerah yang menghadapi tantangan akses paling tinggi.

“Kita mendapatkan amanah dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik dan lebih merata bagi seluruh anak Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan di Teluk Bintuni akan semakin diperkuat pada 2026.

Jumlah satuan pendidikan penerima program revitalisasi meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk revitalisasi tahun 2026 terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Saat ini sudah ada perjanjian kerja sama untuk 25 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp 20,7 miliar,” kata Abdul Mu’ti.

Adsense

Seluruh pembangunan dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : MLSC Kudus-Malang Seri 2, Bintang Muda Sepak Bola Putri Bersinar dari 2 Kota

Skema tersebut diharapkan mampu memastikan pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, serta melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pengerjaannya sehingga memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Dukungan terhadap program revitalisasi dan penguatan ekosistem pendidikan digital juga disampaikan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, yang hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Teluk Bintuni, Henry Kapuangan.

Menurut Yohanis, kunjungan kerja Mendikdasmen menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat.

“Kehadiran Bapak Menteri menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan. Program revitalisasi ini sangat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak kami. Kami berharap dukungan revitalisasi ini terus berlanjut agar seluruh anak di Teluk Bintuni mendapatkan lingkungan belajar yang berkualitas,” ujarnya.

Harapan Murid dan Guru

Rasa syukur atas program revitalisasi juga disampaikan Starla Rozario Kanem Manibuy, siswi SMP Harmoni School Terpadu Bintuni.

Dalam testimoni yang disampaikan di hadapan rombongan kementerian, ia mengungkapkan bahwa sekolahnya kini memiliki ruang administrasi baru, ruang UKS yang lebih baik, perpustakaan yang lebih lengkap, serta laboratorium modern yang membuat proses belajar semakin menyenangkan.

Baca juga : 124 Sekolah di NTB Direvitalisasi, Murid Kini Belajar Nyaman

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri atas bantuan revitalisasi pendidikan yang telah diberikan kepada kami. Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi bentuk nyata perhatian dan kasih sayang pemerintah kepada anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni. Kami merasa diakui, diperhatikan, dan memiliki kesempatan yang sama seperti anak-anak lainnya,” ujar Starla.

Dampak positif program revitalisasi juga dirasakan Kepala SMP Negeri 2 Manimeri, Floriba Hurim.

Menurutnya, peningkatan fasilitas sekolah telah membawa perubahan besar terhadap kenyamanan lingkungan belajar dan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Peresmian revitalisasi ditutup dengan penandatanganan prasasti serta dialog hangat antara Mendikdasmen, para kepala sekolah penerima bantuan, guru, dan perwakilan murid dari berbagai wilayah.

Momen tersebut menjadi simbol semangat bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik dan merata bagi generasi muda di Tanah Papua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense