Dark/Light Mode

Mendikdasmen: Revitalisasi Sekolah-Pendidikan Berkualitas untuk Memuliakan Murid

Kamis, 14 Mei 2026 21:20 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar urusan fisik, tetapi bagian dari upaya memuliakan murid agar dapat belajar dalam ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menyerahkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan implementasi Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi unggul melalui pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Sebelum menghadiri acara di SMA Negeri 1 Batam, Abdul Mu’ti terlebih dahulu meninjau TK Pembina III Kota Batam dan SD Negeri 001 Sungai Beduk.

Di TK Pembina III, ia meninjau proses pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) sekaligus memastikan program revitalisasi 2026 berjalan sesuai rencana, termasuk rehabilitasi toilet, sanitasi, dan penambahan ruang kelas baru untuk mengakomodasi sekitar 200 murid.

Baca juga : Prof Didik Soroti Proyek Digitalisasi Pendidikan Era Nadiem

Sementara di SD Negeri 001 Sungai Beduk, Abdul Mu’ti berdialog dengan kepala sekolah dan guru mengenai keterbatasan ruang kelas yang membuat sekolah tersebut harus menerapkan tiga giliran belajar.

Sekolah yang awalnya hanya dijadwalkan menerima rehabilitasi itu kini diusulkan mendapat tambahan ruang kelas baru (RKB).

“Kalau sudah pagi-siang begitu, beberapa program kami mungkin tidak bisa berjalan dengan baik. Tadi kami di lapangan sudah menghitung untuk mengubahnya agar ada penambahan ruang kelas baru, sehingga ruang kelasnya menjadi mencukupi,” ujar Abdul Mu’ti.

Saat berada di SMA Negeri 1 Batam, Abdul Mu’ti menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14 triliun secara nasional untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan pada 2026.

Prioritas revitalisasi diberikan kepada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

Baca juga : Hendri Susilo Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United FC

Ia menambahkan, kunjungan langsung ke lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi riil sekolah.

Selain pembangunan fisik melalui gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Menurutnya, hal itu diperkuat melalui penerbitan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 sebagai payung hukum untuk melindungi martabat setiap murid di lingkungan sekolah.

Abdul Mu’ti juga memaparkan sejumlah kebijakan pendidikan lainnya, seperti peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru melalui beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta penerapan metode deep learning agar proses belajar menjadi lebih reflektif, bermakna, dan menyenangkan.

Selain itu, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dirancang agar sekolah menjadi meeting point dan melting point bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Baca juga : Kakorlantas Tekankan Digitalisasi dan Pelayanan Humanis

Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada 2026, untuk pertama kalinya bantuan PIP akan disalurkan kepada 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia dengan nilai bantuan Rp 450 ribu per tahun.

Program tersebut mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diperkuat melalui kerja sama antara Kemendikdasmen dan Kementerian Desa guna memastikan setiap desa memiliki minimal satu taman kanak-kanak.

Di akhir sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa inti dari seluruh kebijakan pendidikan adalah memuliakan peserta didik tanpa diskriminasi.

“Kata kunci dalam pendidikan itu adalah memuliakan. Kita harus memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan yang paling utama adalah memuliakan murid-murid kita. Semua anak, apa pun latar belakang dan kondisinya, harus kita terima dan kita muliakan di sekolah sebagai rumah kedua mereka,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.