RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ratusan fasilitas tersebut kini memasuki tahap serah terima kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan SPPG merupakan bentuk dukungan Kementerian PU terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas layanan pemenuhan gizi masyarakat.
“SPPG 3T yang kita kerjakan ada 222. Hari ini sedang berproses serah terima dengan BGN,” ujar Dody dalam media briefing di Jakarta, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Ia menerangkan, seluruh bangunan telah selesai dikerjakan dan saat ini BGN tengah melakukan pengecekan sebelum proses penyerahan resmi dilakukan.
“Kepala BGN mungkin mau mengecek satu-satu sebelum mereka menerima. Tapi secara utuh sudah selesai semua,” katanya.
Dody menjelaskan, Kementerian PU tidak menentukan lokasi pembangunan SPPG secara mandiri. Penetapan titik dilakukan bersama BGN dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan gizi di berbagai daerah.
Baca juga : Kementerian ESDM Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak, Maluku
“Penentuan titik itu ditentukan bersama dengan Kemendagri dan BGN. Kami ikut arahannya saja,” tuturnya.
Ia mengatakan, mandat awal pembangunan memang diarahkan untuk mendukung layanan di wilayah 3T. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian fasilitas juga dibangun di kawasan perbatasan negara maupun daerah lain yang membutuhkan dukungan layanan gizi.
Sejumlah SPPG tersebut nantinya menjadi pusat produksi dan distribusi makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat MBG. Kementerian PU berperan menyiapkan infrastruktur, sedangkan pengelolaan operasional dilakukan oleh BGN.
Dody menjelaskan, terdapat dua tipe bangunan SPPG yang dibangun menggunakan desain prototipe seragam. Untuk dapur yang melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat, ukuran bangunan sekitar 10 x 15 meter.
Sementara untuk dapur dengan kapasitas lebih dari 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, ukuran bangunan mencapai 20 x 20 meter.
“Nah, untuk yang penerima manfaatnya di atas 1.000 sampai dengan 3.000 itu kita bangunkan 20 x 20 meter,” jelasnya.
Baca juga : BGN: Kabar Penghentian Dana SPPG Hoaks, Layanan Tetap Berjalan
Selain bangunan utama, setiap SPPG dilengkapi fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah, sistem penyediaan air minum, generator set (genset), dan sarana operasional lainnya.
Menurut Dody, fasilitas tersebut disiapkan agar pelayanan tetap berjalan meski terjadi gangguan listrik maupun kendala teknis lainnya.
“Ada genset, ada pengolahan air limbah, untuk sistem penyediaan air minum juga kita siapkan,” sebutnya.
Ia menambahkan, Kementerian PU siap berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN untuk mempercepat operasional seluruh fasilitas yang telah selesai dibangun.
“Mungkin minggu depan kita koordinasi dengan jajaran pimpinan BGN yang baru, karena kita sudah punya 222 SPPG yang harus segera kita serahkan,” katanya.
Dody menegaskan, Kementerian PU akan terus mendukung program prioritas pemerintah selama mendapatkan penugasan dan dukungan anggaran yang memadai.
Baca juga : Petani Cipanas Rasakan Dampak Nyata MBG: Penghasilan Naik, Uang Sekolah Terjamin
“Pada dasarnya kami ini pembantu umum. Kalau ada yang menugaskan dan anggarannya tersedia, kami kerjakan,” ujarnya.
Selain membangun SPPG, Kementerian PU juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar. Salah satunya melalui pembangunan akses jalan, sistem penyediaan air minum, serta fasilitas sanitasi di sejumlah lokasi.
Fasilitas SPPG dirancang melayani wilayah dengan jangkauan maksimal sekitar 30 menit dari lokasi operasional agar kualitas makanan tetap terjaga.
Fasilitas tersebut juga dilengkapi bangunan utama, instalasi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tempat penampungan sementara (TPS), serta sarana pendukung lainnya.
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang sebelumnya menegaskan, Program MBG akan diprioritaskan untuk wilayah 3T dan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Menurut Nanik, langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat program benar-benar dirasakan kelompok yang paling membutuhkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.