RM.id Rakyat Merdeka - Gelaran Nusa Horti di ICE BSD Tangerang menjadi panggung besar bagi produk hortikultura nasional untuk unjuk gigi. Melalui ajang tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya mempromosikan buah, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias unggulan dari berbagai daerah, tetapi juga memfasilitasi pertemuan langsung antara buyer-pelaku usaha dan petani hortikultura guna mendorong transaksi bisnis yang berkelanjutan.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Freddy Lumban Gaol mengatakan, Nusa Horti digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki beragam produk hortikultura berkualitas yang mampu bersaing di pasar.
Menurutnya, pameran tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor hortikultura dari hulu hingga hilir.
“Pemerintah bersama pelaku usaha hortikultura seluruh Indonesia ingin menunjukkan bahwa kita punya buah, sayur, tanaman obat, dan tanaman hias unggulan asli Indonesia. Melalui pameran ini masyarakat bisa mengenal, merasakan, dan pada akhirnya mencintai produk (hortikultura) lokal kita,” ujar Freddy di sela-sela Gelaran Nusatic-Nusapet-Nusa Horti, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Banten, Jumat (12/6/2026).
Adapun ajang ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding pada Jumat (12/6/2026) dan ditutup pada Minggu (14/6/2026).
Baca juga : Misbakhun: DPR Kawal Mitigasi Kenaikan Pertamax terhadap Daya Beli Masyarakat
Ia menegaskan, seluruh peserta yang tampil dalam pameran merupakan petani dan pelaku usaha yang memiliki keyakinan terhadap kualitas produknya. Karena itu, Pemerintah berkepentingan memberikan ruang promosi yang lebih luas agar produk-produk hortikultura nasional semakin dikenal publik.
Freddy mencontohkan berbagai produk unggulan yang dipamerkan, mulai dari jeruk dan salak Bali, manggis, mangga, hingga keripik salak dari Wonosobo.
Menurutnya, banyak pengunjung yang baru mengetahui keberagaman produk hasil pertanian dalam negeri ini setelah datang langsung ke lokasi pameran.
Lebih jauh, Freddy menjelaskan bahwa Nusa Horti tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang transaksi bisnis. Kementan menyediakan fasilitas business matching yang memungkinkan pengunjung, buyer, dan pelaku usaha saling bertukar kontak untuk menjalin kerja sama lebih lanjut.
“Kami berharap setelah pengunjung datang, mengenal dan mencicipi produknya, mereka tertarik membeli kembali. Karena itu kami menjembatani dengan sarana business matching agar terjadi transaksi lanjutan antara buyer dan pelaku usaha hortikultura Indonesia,” katanya.
Baca juga : Prabowo Berkomitmen Sediakan Obat Murah Agar Bisa Diakses Masyarakat
Untuk memperkuat pemasaran produk hortikultura nasional, Kementan juga menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).
Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Project Management Information System (PMIS), sebuah platform digital yang akan menghubungkan seluruh rantai kegiatan hortikultura mulai dari budidaya hingga promosi dan pemasaran secara daring.
Sementara itu, Kepala Kelompok Fungsi Pemasaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Dina Martha Susilawati mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap stan hortikultura Kementan sangat tinggi sejak hari pertama pameran dibuka.
Menurut Dina, Kepala Badan Karantina Indonesia bersama jajaran direksi dan pimpinan penyelenggara Nusa Horti, Nusa Pet, dan Nusa Aquatic telah mengunjungi stan hortikultura serta mencicipi berbagai produk yang dipamerkan. Respons yang diberikan pun sangat positif.
“Mereka sangat takjub dengan produk-produk yang ditampilkan. Ini menunjukkan stan hortikultura menjadi ajang promosi yang efektif untuk memperlihatkan keanekaragaman produk, pelaku usaha, sekaligus pola kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha,” ujar Dina.
Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Keandalan Pembangkit Nasional Dengan Inovasi DOTA
Ia menyebutkan, hanya dalam beberapa jam sejak pembukaan, stan hortikultura sudah dikunjungi ratusan orang. Sebanyak 15 pelaku usaha turut bergabung dan memasarkan produknya melalui fasilitasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.
Menariknya, peluang bisnis langsung mulai tercipta di lokasi pameran. Dina mengungkapkan sejumlah buyer telah meminta kontak pelaku usaha untuk membahas kerja sama lebih lanjut. Bahkan, salah satu penerbit nasional, Airlangga, disebut tertarik menggali potensi bisnis di sektor hortikultura Indonesia.
Kepala Tim Kerja Humas Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Alif Al Syahban menambahkan, Nusa Horti merupakan bagian dari strategi besar Kementan untuk mempertemukan produk unggulan daerah dengan pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa promosi dan hilirisasi harus berjalan beriringan agar produk hortikultura tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.
“Melalui Nusa Horti, Kementan ingin memastikan produk-produk hortikultura unggulan Indonesia memiliki akses pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat jejaring bisnis antara produsen dan buyer sehingga tercipta transaksi yang berkelanjutan,” kata Alif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.