Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan seluruh rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi atau Armuzna telah berlangsung lancar. Setelah fase tersebut berakhir, perhatian kini diarahkan pada persiapan kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air.
Baca juga : Kakorlantas: Polantas Harus Jadi Pahlawan Keselamatan
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi mengatakan, seluruh tahapan puncak haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga lontar jumrah pada hari-hari Tasyrik berjalan aman, tertib, dan terkendali. Menurutnya, hingga Jumat (30/5/2026) pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan bersih dari jemaah haji Indonesia.
Seluruh proses pergerakan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah juga telah selesai tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji telah berjalan dengan baik. Per 30 Mei 2026 pukul 15.00 WAS, kawasan Mina telah dinyatakan clear dari jemaah haji Indonesia. Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya di Makkah, Ahad (31/5/2026).
Hasan menjelaskan, baik jemaah yang memilih skema Nafar Awal maupun Nafar Tsani kini telah kembali ke hotel masing-masing untuk melanjutkan ibadah di Kota Makkah. Tuntasnya fase Mina, menurutnya, menjadi salah satu indikator penting keberhasilan operasional penyelenggaraan haji Indonesia pada tahun ini.
Baca juga : Metro Jabar Trans, Menjawab Macet dan Menghadapi Tantangan Keberlanjutan
Keberhasilan tersebut, lanjut Hasan, merupakan hasil sinergi yang baik antara jemaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam mengelola mobilitas jutaan jemaah selama fase puncak haji.
“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara jemaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam memastikan mobilisasi jemaah berlangsung aman dan lancar,” katanya.
Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang dinilai disiplin dan patuh terhadap arahan petugas selama pelaksanaan Armuzna. Penghargaan serupa diberikan kepada para petugas yang bekerja siang dan malam untuk memberikan layanan, perlindungan, pendampingan, serta pengawasan kepada jemaah.
Baca juga : DPRD DKI Minta Pemprov Siapkan Reward Program Pilah Sampah
Terkait pelaksanaan dam, Hasan mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menunaikan kewajiban tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 135.367 jemaah melaksanakan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah memilih menggantinya dengan puasa.
Selain itu, terdapat 4.084 jemaah yang menjalankan ibadah haji dengan skema Haji Ifrad. “Capaian ini menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi ketentuan ibadah, sekaligus mendukung tata kelola pelaksanaan dam yang tertib, aman, dan akuntabel,” jelas Hasan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya