RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menjalankan sejumlah agenda untuk mengecek pelaksanaan program prioritas Pemerintah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026). Di sana, eks Wali Kota Solo itu meminta Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) menjadi penggerak ekonomi desa tanpa mematikan usaha warga yang sudah lebih dulu berkembang.
Mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadukan celana krem, Gibran memulai kunjungan di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko. Selendang tenun khas Ende tampak tersampir di bahu kirinya saat disambut siswa, guru, tokoh adat dan masyarakat setempat.
Suasana berlangsung hangat. Gibran beberapa kali berhenti menyapa warga, menyalami masyarakat dan melayani permintaan foto bersama. Anak-anak sekolah tampak mengerumuninya ketika rombongan memasuki area sekolah.
Di ruang pertemuan sederhana, Gibran duduk melingkar bersama warga, perangkat desa, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Dia mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait pembangunan ekonomi dan pelaksanaan program prioritas Pemerintah di wilayah 3T.
Dalam dialog tersebut, Gibran menegaskan Kopdes harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan. Keberadaan koperasi tidak boleh menjadi pesaing bagi pelaku usaha yang selama ini menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai juga bersaing dengan BUMDes, bersaing dengan toko-toko kelontong warga. Pastikan ini menjadi satu ekosistem yang saling mengisi,” tegas Gibran dikutip siaran pers Setwapres, Jumat (19/6/2026).
Dia meminta kepala desa dan Pemerintah Daerah memperhatikan secara cermat lokasi pembangunan koperasi. Kajian harus dilakukan sebelum pembangunan dimulai agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Baca juga : Kementrans Minta Dana Tambahan Rp 1,9 Triliun
“Pak Kades, Pak Bupati, diperhatikan benar lokasi koperasinya itu ada di mana. Apakah ada pihak yang dirugikan, dampaknya seperti apa harus dikaji benar,” ujarnya.
Menurut Gibran, pembangunan Kopdes harus melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Dia juga mengingatkan agar pembangunan koperasi tidak mengganggu aktivitas pendidikan maupun usaha masyarakat yang sudah berjalan.
“Jangan sampai adik-adik ini terganggu dalam proses belajar-mengajarnya. Segera ditentukan lokasi barunya dan kalau sudah ditentukan, tentunya dengan berdiskusi dengan warga, segera dibangun,” katanya.
Kepada awak media, Gibran kembali menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pembangunan Kopdes.
“Tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji, melibatkan warga, diskusi dengan warga, jangan sampai ada yang terdampak, jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya.
Menurut Gibran, Pemerintah Daerah dan aparat desa merupakan ujung tombak keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di daerah.
Baca juga : Soal Jadi Penyeimbang Golkar, Hormati Sikap PDIP
“Kita ingin memastikan programnya Pak Presiden berjalan dengan baik, terutama sekali di area yang jauh seperti ini,” katanya.
Selain membahas koperasi, Gibran memastikan sekolah-sekolah di wilayah 3T menjadi prioritas program revitalisasi pendidikan. Komitmen itu disampaikan setelah mendengar langsung aspirasi warga mengenai kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
“Pak Presiden punya program revitalisasi sekolah. Ini kita masukkan juga ya. Pokoknya yang di area 3T ini kita prioritaskan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga mengajak sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah 3T.
Bupati Ende Yosef Badeoda menyambut baik perhatian Pemerintah Pusat terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Bapak Wapres berpesan agar seluruh program pemerintah pusat didukung dan dilaksanakan sebaik mungkin dengan melibatkan seluruh masyarakat,” kata Yosef.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru masyarakat Ende. Didampingi pemerintah daerah, dia melihat langsung kesiapan pasar yang telah selesai direvitalisasi.
Baca juga : Banyak Tokoh Ingin Gabung Ke Gerindra Bali
Pasar yang dibangun sejak akhir 2023 itu memiliki 85 kios berukuran 2 x 3 meter. Pemerintah Daerah menargetkan pasar mulai beroperasi pada akhir Juni 2026 setelah proses serah terima aset selesai.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende Mohamad Syahrir mengatakan, pasar masih menunggu proses administrasi penyerahan dari Kementerian PUPR kepada Pemerintah Daerah.
“Memang saat ini belum digunakan karena masih dalam masa transisi penyerahan dari Kementerian PUPR kepada pemerintah daerah. Rencananya, setelah proses serah terima selesai, dalam satu hingga dua hari kami sudah bisa menempatkan kembali pedagang-pedagang,” ujarnya.
Syahrir mengatakan, keberadaan Pasar Lama Mbongawani diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, dan memperkuat perekonomian masyarakat Ende.
Selain meninjau pengembangan ekonomi desa, Gibran juga mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Ndona. Menurutnya, program tersebut akan terus dievaluasi agar berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 20 Juni 2026 dengan judul "Cek Pelaksanaan Program Pemerintah Di NTT Wapres Minta Kopdes Jadi Penggerak Ekonomi Desa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.