Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium tidak sekadar menjadi ajang unjuk gigi kedalaman skuad Thomas Tuchel, tetapi juga medium pembuktian bagi sosok Jude Bellingham.
Kemenangan impresif 4-2 Inggris atas Kroasia menghadirkan tontonan intens dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Di antara deretan bintang elite yang merumput, gelandang Real Madrid tersebut tampil paling mencolok, menjelma menjadi dinamo hidup yang mendikte keseluruhan ritme permainan The Three Lions.
Babak pertama berjalan bagai rollercoaster emosi yang menguras tenaga. Harry Kane sempat membawa Inggris unggul dua kali, namun Kroasia yang tampil pantang menyerah selalu berhasil merespons dengan cepat hingga memaksa skor imbang 2-2 saat turun minum. Kebuntuan di lini tengah ini sempat memicu ketegangan, yang memuncak pada momen adu argumen intens antara Thomas Tuchel dan penjaga gawang Jordan Pickford di pinggir lapangan sesaat sebelum babak pertama usai.
Baca juga : Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Urus Masalah Dalam Negeri
Namun, Bellingham dengan cepat meredam berbagai spekulasi terkait isu keretakan di ruang ganti saat jeda. Ia menegaskan bahwa teguran sang manajer disampaikan dengan tenang, jelas, dan tanpa kepanikan. “Itu bukan salah satu situasi di mana terjadi drama besar atau berdiri sambil berteriak; itu adalah apa yang dibutuhkan tim,” ungkap Bellingham dilansir Goal.com.
“Kami memiliki kelompok yang matang dengan para pemimpin hebat di dalamnya; semua orang tahu level yang harus kami capai. Awal babak kedua memberi kami landasan yang bagus,” lanjutnya.
Landasan bagus tersebut langsung dibuktikan Bellingham pada menit ke-47 melalui pergerakan eksplosif yang membelah struktur pertahanan Kroasia. Menyisir sisi kanan kotak penalti, ia melepaskan tembakan silang rendah mematikan yang sukses menaklukkan Dominik Livaković.
Baca juga : Silaturahmi Ke Solo, Didit Cium Tangan Jokowi
Kolumnis olahraga The Guardian mendeskripsikan aksi krusial ini dengan sangat lugas: “Gol tersebut adalah wujud murni dari tekad kuat untuk berlari sekencang-kencangnya. Sebuah gol yang penuh amarah, namun disalurkan dengan cara yang sangat tepat,” tulisnya.
Bagi sang gelandang, kontribusinya jauh melampaui sekadar catatan di papan skor. Laga ini mempertontonkan perpaduan langka antara kreativitas kelas atas dan ketangguhan absolut dalam bertahan. Ia menunjukkan komitmen luar biasa dalam setiap fase gim, dimana kerja kerasnya tanpa bola sukses mematikan pergerakan maestro veteran Kroasia, Luka Modrić.
Penampilan taktis ini sekaligus membungkam keraguan atas disiplin posisionalnya di panggung internasional. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya