BREAKING NEWS
 

Luhut: Manfaat Ekonomi MBG Belum Sepenuhnya Mengalir ke Bawah

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 23 Juni 2026 19:48 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kanan), dalam pertemuan bertemu dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN): Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dalam rangka evaluasi dan perbaikan tata kelola program MBG, Selasa (23/6/2026). (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap potensi ekonomi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat besar. Hanya saja, manfaat ekonomi program tersebut belum sepenuhnya mengalir ke bawah. 

Berdasarkan hasil kajian DEN di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), perputaran belanja pangan MBG diperkirakan mencapai lebih dari Rp 120 triliun per tahun dan mampu menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Multiplier effect program tersebut, menurutnya, juga mulai terlihat di berbagai daerah.

“Namun, kami juga harus mengakui fakta bahwa manfaat ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya mengalir ke bawah. Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum mampu terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok,” ujar Luhut melalui akun Instagram, Selasa (23/6/2026).

Baca juga : Waspada, Badai Ekonomi Belum Reda

Pernyataan itu disampaikan Luhut, usai bertemu dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN): Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dalam rangka evaluasi dan perbaikan tata kelola program MBG.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menyampaikan hasil survei lapangan MBG, yang sebelumnya telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Adsense

“Sesuai keinginan Presiden, saya kembali mengingatkan bahwa program sebesar ini harus dikelola dengan berorientasi kepada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, agar tata kelola dan pengawasannya berjalan lebih akuntabel,” kata Luhut.

Tantangan Terbesar MBG

Baca juga : MBG Bakal Jadi Mesin Pengentas Kemiskinan

Luhut menilai tantangan terbesar MBG tidak terletak pada fasilitas dapur, melainkan pada ketahanan rantai pasok, ketersediaan komoditas, kapasitas pemasok kecil, serta tata kelola kemitraan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh SPPG sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, dan pelaku usaha agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu, DEN siap berkolaborasi dengan BGN untuk merumuskan langkah-langkah strategis, demi memperkuat ekosistem rantai pasok.

Baca juga : Kementerian PU Rampungkan 222 SPPG Pelayanan MBG Siap Mengalir ke Daerah 3T

“Hasil kajian ini merupakan bentuk komitmen penuh kami, agar pelaksanaan MBG semakin akuntabel, efisien, dan membawa dampak ekonomi yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Luhut.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense