BREAKING NEWS
 

Kepala BGN Sudaryono: Zero Tolerance Untuk Korupsi, Hanky Panky & Copet-Copetan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 22 Juli 2026 19:39 WIB
Kepala BGN Sudaryono usai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berlangsung secara terbuka, transparan, dan sesuai mekanisme. Dia memastikan, pihaknya tidak akan mentoleransi segala macam bentuk korupsi.

"Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi, hanky panky, dan copet-copetan, sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Sudaryono usai dilantik menggantikan Kepala BGN sebelumnya, Nanik S Deyang, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Sudaryono mengakui memiliki keluarga, sahabat, teman, rekan, serta jaringan alumni. Namun, dia memastikan tidak akan memberikan prioritas khusus kepada keluarga, sahabat, rekan, maupun koleganya dalam urusan pekerjaan di lingkungan BGN.

“Kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar,” bebernya.

Laporkan Yang Catut Nama 

Baca juga : AHM Gelar Servis Motor Gratis Untuk Korban Bencana Di Sumatera

Sudaryono mengajak masyarakat melaporkan pihak yang mencatut namanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, ketegasan tersebut diperlukan untuk melindungi Program MBG dari praktik percaloan, penyalahgunaan pengaruh, dan berbagai bentuk penyimpangan.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, sahabat, kolega, dan orang-orang yang mengenalnya, karena tidak akan memberikan perlakuan istimewa apabila pembicaraan berkaitan dengan pekerjaan di lingkungan BGN. 

Adsense

Menurutnya, kedekatan pribadi tidak dapat menjadi dasar untuk mendapatkan proyek, mempercepat tindak lanjut, maupun memperoleh keuntungan tertentu. Sebab, seluruh persoalan dan usulan harus diproses melalui aturan yang berlaku.

“Saya tidak akan memberikan atensi khusus atau tidak memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan,” tandasnya.

Baca juga : PGN Salurkan 3 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Sudaryono menggarisbawahi, setiap urusan terkait Program BGN dan MBG harus dibicarakan secara resmi, terbuka, dan dapat diawasi publik serta profesional, dengan seluruh proses dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jadi, kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang, yang gelap di private-private room, di restoran. Segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, transparan, dan dilihat orang. Saya kira penting untuk saya sampaikan,” papar Sudaryono. 

Ia juga mengajak seluruh jajaran BGN dan pelaksana Program MBG untuk membangun sistem kerja yang bersih serta dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memohon dukungan masyarakat dan media untuk ikut mengawasi jalannya program. 

Menurutnya, pengawasan bersama diperlukan agar Program MBG berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, sementara setiap indikasi korupsi maupun permainan kepentingan harus ditindak secara tegas.

Baca juga : Prabowo Komit Sediakan Anggaran Besar untuk Revolusi Pelayanan Kesehatan

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense