BREAKING NEWS
 

Grand Strategi Nasional Ala Tito: Petani, Peternak dan Nelayan Diprioritaskan Perkuat Ketahanan Pangan

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 6 April 2020 18:33 WIB
Tito Karnavian (Foto: Dok. Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, Pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dan penyebaran virus Corona di Tanah Air. Tito meluncurkan Grand Strategi Nasional untuk dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah. 

“Persoalan Covid-19 sudah menyebar ke hampir semua wilayah dan berimbas ke berbagai sendi kehidupan sosial dan ekonomi kita. Pandemik Covid-19 sudah menjadi masalah  nasional, yang harus ditangani secara komprehensif dan terpadu," kata Tito, saat video conference rapat terbatas bersama Presiden dan Wakil Presiden, beserta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, di Jakarta, Senin (6/4).

Baca juga : Ketua MPR: Antisipasi Krisis, Berikan Perhatian Khusus pada Sektor Tanaman Pangan

Tito menyatakan, masalah Covid-19 tak bisa lagi ditangani secara parsial atau secara sendiri-sendiri. Karena itu, dibutuhkan Grand Strategi Nasional utuk menghadapinya. Terdapat empat pilar strategi yang satu sama lain saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan dari Grand Strategi Nasional.

Adsense

Pertama, strategi pencegahan penularan Covid-19. Kedua, menyangkut peningkatan sistem ketahanan tubuh, baik di tingkat indvidual maupun di tingkat komunitas masyarakat untuk menghadapi virus Corona. Ketiga, peningkatan kapasitas sistem kesehatan kita, baik di tingkat Pusat maupun di seluruh Daerah di Indonesia. Keempat, mengoptimalkan kapasitas produksi industri, khususnya di bidang kesehatan serta produksi kebutuhan dasar masyarakat termasuk ketahanan pangan. 

Baca juga : Pandemi Covid-19, Petani Milenial Siapkan Layanan Antar Produk Pangan

Menurut Tito, petani, peternak, dan nelayan harus di proteksi agar mampu melipatgandakan produksi pangan. "Keempat komponen strategi tersebut harus dilakukan secara bersamaan di atas langkah-langkah yang operasional," jelas Tito. 

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), misalnya, dapat dikategorikan ke dalam strategi nomor satu, yaitu pencegahan penularan. Penerapan strategi ini memiliki implikasi ke bidang lain, seperti sosial dan ekonomi sehingga harus direspon dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat termasuk pangan yang dicakup di dalam strategi keempat.

Baca juga : KAI Atur Jarak Antri dan Batasi Kapasitas Penumpang Kereta

Di samping itu, untuk mencapai kapasitas sistem kesehatan seperti penyediaan Alat Perlindungan Diri (APD), kecukupan ventilator di rumah sakit rujukan serta alat kesehatan lainnya, maka dibutuhkan optimalisasi industri dalam negeri di bidang kesehatan. "Artinya, sektor dunia usaha dan industri kesehatan perlu didorong untuk berproduksi mencukupi kebutuhan yang berhubungan dengan Covid-19," lanjutnya. 

Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, menganjurkan agar keterpaduan gerak dan kordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dapat dibangun di dalam satu kerangka Grand Strategi Nasional yang dicetuskan oleh Mendagri. "Dalam waktu dekat kita akan mengadakan Mendagri diskusi antara Pemda bersama Kementerian terkait seperti Menperin, Kepala BKPM, Mentan, Menteri Perdagangan, Menteri Kelautan, Menaker, Mentero BUMN serta Apindo dan Kadin untuk membahas strategi optimalisasi industri di bidang kesehatan dan di bidang kebutuhan dasar  masyarakat termasuk ketahanan pangan," jelas Bahtiar yang juga Kepala Pusat Penerangan Kemendagri. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense