BREAKING NEWS
 

KP2MI Luncurkan Asta Mandala SMK Go Global, Siapkan Talenta Berkelas Dunia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 5 Agustus 2026 17:59 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Dok. P2MI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Kehadiran Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terlindungi dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Mukhtarudin mengatakan Presiden Prabowo Subianto ingin memperkuat perlindungan pekerja migran dan mendorong transformasi penempatan tenaga kerja Indonesia ke sektor-sektor dengan keahlian menengah

"Pembentukan Kementerian P2MI merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian Bapak Presiden dalam memperkuat ekosistem pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia. Karena itu kami melakukan transformasi kelembagaan, transformasi sistem, transformasi budaya kerja, serta menyusun grand design Kementerian P2MI 2025-2045," kata Mukhtarudin.

Selain memperkuat aspek pelindungan, pemerintah juga mengubah paradigma penempatan pekerja migran dengan mengedepankan peningkatan kompetensi. Sesuai target pemerintah, sebanyak 500.000 calon PMI akan dipersiapkan sepanjang 2026-2029 melalui program percepatan, dengan target 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Baca juga : DPR Apresiasi Kementerian P2MI Perluas Pasar Kerja PMI Di Albania

Target tersebut akan diwujudkan melalui program SMK Go Global yang menyiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.

"Kami melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia bukan lagi dipandang sebagai tenaga kerja berkeahlian rendah. Arahan Presiden sangat jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan sekaligus mendorong transformasi penempatan menuju tenaga kerja medium dan high skill," ungkap Mukhtarudin.

Adsense

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah membentuk Satuan Tugas SMK Go Global yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, serta sektor swasta. Seluruh pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata pasar kerja internasional atau demand driven.

"Mekanismenya sederhana, yaitu ada dulu kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan, ditentukan kompetensinya, kemudian dilakukan pelatihan. Prinsipnya adalah latih, kompeten, lalu tempatkan," ujar Mukhtarudin.

Baca juga : Indonesia-Albania Teken Kerja Sama Pelindungan Pekerja Migran

Program tersebut akan menyiapkan tenaga kerja terampil di berbagai sektor prioritas, seperti caregiver, perawat, manufaktur, konstruksi, pengelasan, hospitality, transportasi, dan agrikultur. Para lulusan diproyeksikan mengisi peluang kerja di Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta sejumlah negara Eropa lainnya sesuai kebutuhan pasar.

Pendaftaran peserta SMK Go Global dijadwalkan dibuka mulai 12 Agustus 2026 melalui 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.

Dalam kesempatan itu, Mukhtarudin juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global yang terdiri atas Panca Sukses sebagai strategi pelaksanaan dan Tri Dampak sebagai tujuan program. Panca Sukses meliputi Sukses Kompetensi, Sukses Perlindungan, Sukses Penempatan, Sukses Remitansi, dan Sukses Tata Kelola. Sementara Tri Dampak mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas SDM Indonesia, serta peningkatan remitansi yang berkontribusi terhadap devisa negara.

Menurut Mukhtarudin, konsep tersebut bertujuan mewujudkan brain circulation, yakni menciptakan talenta Indonesia yang memperoleh pengalaman dan kompetensi global, kemudian kembali ke Tanah Air untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Baca juga : Komisi IX DPR Bahas Kinerja dan Anggaran Kementerian P2MI

"Banyak purna pekerja migran yang kembali ke Indonesia dengan kemampuan bahasa, kompetensi, pengalaman kerja, disiplin, dan mental yang kuat. Mereka menjadi talenta global yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Itulah tujuan besar yang ingin kita bangun melalui SMK Go Global," tuturnya.

Mukhtarudin optimistis sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga vokasi, dunia usaha, dan media akan menjadikan SMK Go Global sebagai motor penggerak lahirnya talenta unggul Indonesia. Sehingga membuka peluang kerja yang aman, berkualitas, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense