Sebelumnya
Berdasarkan data sementara, luas kawasan TNBTS yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Sejumlah titik yang masih mengalami kebakaran berada di kawasan Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Serta sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Selama proses pemadaman berlangsung, empat akses masuk menuju kawasan TNBTS dari wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Selain Bromo, Raja Juli menyampaikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berhasil dikendalikan.
Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) serta tim gabungan mengerahkan personel dan sarana prasarana pemadaman.
Baca juga : Diciumi Pendukung, Yaqut Tidak Kuat Duduk Lama
Karhutla yang membakar sekitar 30 hektare kawasan TNGR tersebut didominasi tutupan savana dan semak belukar kering. Setelah api utama berhasil dipadamkan, tim melanjutkan penyisiran atau mop-up serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber api yang berpotensi kembali menyala. Pemantauan lanjutan dilakukan hingga seluruh titik dipastikan benar-benar padam.
Raja Juli mengingatkan pentingnya memanfaatkan sistem peringatan dini. Termasuk pemantauan titik panas, untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
“Langkah tersebut penting dilakukan karena kawasan yang terbakar memiliki vegetasi savana dan semak belukar yang mudah terbakar, terutama dalam kondisi musim kemarau,” sebutnya.
Usai memantau penanganan karhutla di Bromo, Raja Juli kembali ke Jakarta dan mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Kemenko Polkam, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Baca juga : Periksa Rudy Tanoe, KPK Hitung Kerugian Negara Di Kasus Bansos Beras 2020
Raja Juli memastikan pemerintah akan berupaya keras mengantisipasi dan menangani karhutla 2026. Langkah tersebut dilakukan menyusul prakiraan BMKG mengenai fenomena El Nino yang berpotensi berlangsung kuat pada Agustus hingga Oktober.
“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan. Pemerintah all out mengantisipasi karhutla di tengah El Nino Godzilla ini,” tegasnya.
Menurut Raja Juli, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi kemarau 2026 memiliki kemiripan dengan 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla berskala besar. Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar.
Kebakaran tersebut berdampak luas, mulai dari terganggunya operasional bandara, aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga layanan kesehatan.
Baca juga : Kementerian PU Bantu Warga Terdampak Kekeringan Di Banjar
“Masyarakat maupun korporasi diimbau tak membuka lahan dengan membakar. Akan ada konsekuensi hukum,” ingatnya.
Secara umum, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu memastikan penanganan karhutla di berbagai wilayah terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan kawasan dinyatakan aman. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. [FAQ/MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.