BREAKING NEWS
 

Pemerintah Optimalkan OMC Tekan Karhutla di Riau, Kalbar dan Kalteng

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 12 Agustus 2026 22:19 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengoptimalkan peluang pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), OMC saat ini dilakukan di Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan, koordinasi dengan BMKG menjadi bagian penting untuk menentukan wilayah dan waktu yang paling optimal dalam pelaksanaan OMC.

Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus 2026.

Baca juga : Menhut: SRAK Gajah Sumatera Harus Jadi Aksi Nyata, Bukan Sekadar Dokumen

“Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” kata Ristianto, Rabu (12/8/2026).

Data BMKG menunjukkan jumlah titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya.

Adsense

Di Kalimantan Tengah, titik panas meningkat dari 29 menjadi 78 titik, sedangkan di Kalimantan Selatan naik dari 10 menjadi 31 titik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Baca juga : Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Apa Saja yang Harus Dipenuhi?

“Potensi awan yang teridentifikasi akan kami optimalkan untuk mendukung OMC. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah yang saat ini menunjukkan peningkatan titik panas dan asap,” ujarnya.

BMKG juga mencatat indikasi asap lintas batas atau transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak. Adapun pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah berlangsung pada 11-15 Agustus 2026.

Sementara itu, OMC di Kalimantan Barat dijadwalkan pada 13-17 Agustus dengan mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan. Sedangkan OMC di Riau telah berlangsung sejak 30 Juli dan dijadwalkan hingga 22 Agustus 2026.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar setiap peluang cuaca yang mendukung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan karhutla,” kata Ristianto.

Baca juga : 9.538 Hotspot Terdeteksi, Indonesia Masuk Fase Kritis Karhutla

Kemenhut juga mengingatkan masyarakat dan korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ristianto menegaskan, setiap pelanggaran akan ditindak melalui proses hukum.

Menurutnya, penegakan hukum secara tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran lahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense