BREAKING NEWS
 

BP Taskin: Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 15 Agustus 2026 19:55 WIB
Foto: BP Taskin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Hingga Sabtu sore, puluhan korban dilaporkan meninggal dunia dan ribuan warga terdampak.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Hingga pukul 15.00 WIB, data sementara dari lapangan mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan.

Ratusan rumah warga, fasilitas umum, puskesmas, dan rumah sakit di Mbay dan Maumere juga dilaporkan mengalami kerusakan. Sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi secara mandiri akibat gempa tersebut.

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Budiman, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga : Menteri PU Bergerak Ke NTT, Bawa 80 Ribu Paket Sembako Presiden

Budiman mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” tuturnya.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya.

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.

Adsense

Kementerian Sosial (Kemensos) juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp 4,5 miliar. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, serta peralatan dapur umum.

Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan.

Baca juga : Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako Untuk Korban Gempa NTT

Sementara itu, titik pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Budiman menegaskan, penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Pemerintah, kata dia, juga memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.

“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” tegasnya.

BP Taskin bersama Kemensos BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak.

Kebutuhan tersebut meliputi makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat yang aman bagi para pengungsi.

“Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Budiman.

Baca juga : Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Hingga Penyelamatan Korban

Budiman juga meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” imbaunya.

Budiman memastikan, pemerintah akan terus mengawal penanganan bencana hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” tandas Budiman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense