RM.id Rakyat Merdeka - Jeritan peternak rakyat terkait mahalnya harga pakan akhirnya dijawab negara. Pemerintah melalui BUMN resmi hadir dengan langkah konkret.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Koperasi Produsen Usaha LPER untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan Soybean Meal (SBM) bagi peternak rakyat.
Dalam MoU tahap awal ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk merealisasikan penyaluran SBM sebanyak 5.000 ton untuk memenuhi kebutuhan anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER.
MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Koperasi Produsen Usaha LPER, H. Mulyadi Atma, dan Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi. Penandatanganan turut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, beserta jajaran PT Berdikari dan perwakilan Koperasi LPER.
Baca juga : Presiden Prabowo Rampingkan BUMN, Langkah Pertamina Sudah Sejalan
LPER merupakan koperasi yang beranggotakan 5.012 peternak ayam layer dan broiler mandiri yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia, dengan total populasi ayam ras broiler dan layer mencapai sekitar 25 juta ekor.
Dengan basis anggota dan populasi tersebut, LPER memiliki posisi strategis sebagai wadah konsolidasi kebutuhan pakan sekaligus penggerak ekosistem peternakan rakyat berbasis koperasi.
Ketua Umum Koperasi LPER H. Mulyadi Atma menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan angin segar bagi peternak. Selama ini, sekitar 70 persen biaya produksi peternakan terserap untuk kebutuhan pakan.
Dengan adanya pasokan SBM melalui BUMN, rantai pasok dapat dipangkas sehingga diharapkan harga bahan baku pakan menjadi lebih stabil.
Baca juga : Prabowo Pangkas BUMN, Dorong Perusahaan Negara Fokus ke Bisnis Inti
"Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di tahap awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam dapat ditekan sehingga peternak bisa kembali tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Pihak BUMN menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan bahan baku pakan sekaligus membangun ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.
Kerja sama ini diproyeksikan memberikan dampak langsung kepada peternak anggota LPER. Dengan penguatan rantai pasok melalui koperasi, peternak dapat memperoleh akses bahan baku pakan secara lebih terjamin dan efisien, tanpa ketergantungan yang tinggi terhadap rantai distribusi yang panjang.
Ketersediaan bahan baku pakan yang lebih terjamin diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas telur dan ayam ras sekaligus menekan biaya produksi peternak.
Baca juga : Relawan Bakti BUMN Siap Bergerak di 11 Lokasi, Termasuk Lampung Selatan
Melalui MoU ini, Koperasi LPER menjadi pusat konsolidasi kebutuhan dan distribusi SBM bagi anggota peternak, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun model ekosistem peternakan rakyat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi menyatakan siap menindaklanjuti nota kesepahaman ini. "Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan," katanya.
Dengan adanya MoU ini, tuntutan peternak rakyat terkait akses bahan baku pakan yang terjangkau dan berkelanjutan menemukan titik terang. Negara hadir, BUMN bergerak, dan Koperasi LPER menjadi garda terdepan dalam memperkuat kesejahteraan peternak rakyat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.