BREAKING NEWS
 

Tangani Korban Gempa NTT

Menkes Fokus Pada Pasien, Faskes Dan Trauma Healing

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 21 Agustus 2026 07:00 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kiri) berdialog dengan pasien di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Kunjungan Menkes ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan pelayanan medis bagi pasien umum maupun pasien terdampak gempa. ANTARA FOTO

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memprioritaskan penyelamatan korban dan pemulihan kondisi psikologis warga pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menetapkan tiga prioritas dalam penanganan dampak gempa. Yakni mempercepat pelayanan medis bagi pasien, memulihkan fasilitas kesehatan yang rusak, serta memberikan penanganan trauma atau trauma healing kepada warga terdampak.

Prioritas pertama adalah mempercepat identifikasi dan pelayanan medis melalui sistem triase dalam tiga hingga lima hari setelah bencana. Pasien dengan kondisi kritis akan segera dirujuk ke rumah sakit, sementara korban dengan luka ringan ditangani di puskesmas atau tenda darurat.

Baca juga : Tahun Depan, Truk ODOL Bakal Kena Tilang Otomatis

“Tugas prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat tanggap darurat nomor satu adalah pasiennya, bukan fasilitas pelayanannya. Pasiennya nomor satu, sesudah itu baru nomor dua kita perbaiki fasilitas yang rusak,” tegas Budi saat mengunjungi Kabupaten Nagekeo, NTT, dikutip Kamis (20/8/2026).

Salah satu kondisi yang banyak ditemukan pada penyintas gempa adalah patah tulang. Untuk memperkuat penanganan, Kemenkes telah mengoperasikan dua rumah sakit lapangan di wilayah terdampak.

Budi mengatakan, kedua rumah sakit lapangan tersebut telah beroperasi dan dapat melakukan tindakan operasi, khususnya untuk menangani korban patah tulang. Sekitar 40 keluarga telah mendapatkan pelayanan dari dua fasilitas kesehatan darurat tersebut.

Baca juga : Gerindra Minta Ke BMKG Maksimalkan Upaya OMC

Dua rumah sakit lapangan itu berada di Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo Nagekeo. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu Puskesmas yang terdampak gempa, sekaligus memperkuat layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya mengatakan, rumah sakit lapangan di Ruteng telah melakukan operasi di tenda karena kondisi fasilitas kesehatan setempat cukup parah. Sementara rumah sakit lapangan di Aeramo Nagekeo juga telah mulai beroperasi.

Kemenkes juga bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengidentifikasi Puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit dijangkau.

Baca juga : 2029, NasDem Banten Pasang Target Tinggi

Beberapa di antaranya adalah Puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, dan Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.

“Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Karena itu, kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit,” tutur Sumarjaya.

Adsense

Selain mempercepat pelayanan pasien, prioritas kedua Kemenkes adalah rehabilitasi fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa. Kemenkes menargetkan pembangunan maupun renovasi fasilitas kesehatan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu delapan hingga 12 bulan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense