BREAKING NEWS
 

Kerahkan 12.880 Personel Modifikasi Cuaca, Buat Sumur Bor

Pemerintah Gaspol Jinakkan Karhutla

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 22 Agustus 2026 07:43 WIB
Foto: Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengerahkan kekuatan penuh untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. 12.880 personel gabungan diterjunkan, sumur bor dibangun, operasi modifikasi cuaca, sampai menambah armada udara untuk mempercepat pemadaman api.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan penanganan karhutla difokuskan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. "Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor," kata Ristianto kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).

Dari 12.880 personel yang dikerahkan, sebanyak 10.700 personel ditugaskan di Kalimantan Tengah (Kalteng), 1.410 personel di Kalimantan Barat (Kalbar), dan 770 personel di Kalimantan Selatan (Kalsel). Para personel bertugas memantau titik panas (hotspot), menindaklanjuti laporan masyarakat, melakukan patroli terpadu dan pemeriksaan lapangan, pemadaman darat, penyekatan area terbakar, serta pembasahan dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Para personel tersebut didukung kendaraan operasional, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, serta alat pelindung diri. Mereka juga dibantu helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Selain menambah personel dan peralatan, Ristianto mengatakan, Pemerintah membangun dan mengaktifkan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas. Langkah tersebut dilakukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas akibat kekeringan.

Menurut dia, sumur bor diperlukan untuk memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan. Ketersediaan air menjadi sangat penting, terutama di kawasan lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Pemerintah juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah rawan karhutla. Namun, pelaksanaan operasi tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian.

Baca juga : Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Dicokok KPK

Di Kalbar, OMC telah dilaksanakan pada 13-17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak dengan sembilan sorti penerbangan. Estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.

Sementara itu, di Kalteng, OMC telah dilakukan dalam dua periode, yakni 27 Juli-4 Agustus dan 11-15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.

Namun, hingga akhir Agustus, kondisi cuaca di Kalteng diprakirakan masih didominasi kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan yang terbatas. Karena itu, peluang pelaksanaan OMC dalam waktu dekat dinilai minim.

Untuk Kalsel, Pemerintah terus memantau perkembangan cuaca, hotspot, dan kondisi karhutla. Pelaksanaan OMC akan ditentukan berdasarkan ketersediaan awan potensial dan kebutuhan penanganan di lapangan.

"OMC bukan satu-satunya instrumen pengendalian karhutla," ujar Ristianto.

Adsense

Pemerintah juga menambah dukungan armada udara untuk memperkuat operasi karhutla, khususnya di Kalteng. Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing.

Menurut Ristianto, operasi udara diperlukan untuk membantu satuan tugas darat menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk menambah dukungan armada udara bagi operasi water bombing di Kalteng.

Baca juga : Trump Frustrasi Melawan Iran

"Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara," ujarnya.

Meski demikian, pengerahan armada udara tetap mempertimbangkan jarak pandang. Pekatnya asap dalam dua hari terakhir menjadi salah satu kendala operasi udara, terutama di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau.

"Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman," ujar Ristianto.

Pemerintah juga mengerahkan 52 pesawat untuk memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan potensi kebakaran tinggi. Sebanyak 30 pesawat dikerahkan ke Kalimantan dan sisanya ke Sumatera.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengerahan armada udara tersebut dilakukan berdasarkan laporan Kepala BNPB. Enam provinsi yang menjadi lokasi operasi yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.

"21 Agustus 2026, Jumat siang ini, lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," kata Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (21/8/2026).

Selain mengerahkan pesawat ke wilayah terdampak, kata dia, TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada tersebut disiapkan untuk bergerak sewaktu-waktu sesuai kebutuhan BNPB dan perkembangan kondisi di lapangan.

Baca juga : Kejagung Beberkan Alasan Penahanan Eks Jampidsus

Untuk mencegah dampak buruk karhutla bagi kesehatan masyarakat di Kalimantan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan berupa masker hingga alat pelindung diri (APD).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pihaknya mengirimkan 37.130 masker, 1.000 pasang sarung tangan medis, delapan APD, 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), dan dua unit oksigen konsentrator ke Kalsel.

Sementara itu, Kalteng mendapatkan 42.400 masker, 28 unit oksigen konsentrator, dan 36 tabung Oxycan. Kalbar menerima 157.000 masker, 40 face shield, serta enam jenis obat-obatan, sedangkan Kaltim mendapat 15 jenis obat-obatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau dan periode karhutla," kata Aji saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Sebelumnya, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026) mencapai 1.487 titik. Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi di Kalteng sebanyak 767 titik, disusul Kalbar 560 titik dan Kalsel 74 titik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense