RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan, digitalisasi desa tidak boleh berhenti pada peningkatan layanan administrasi.
Menurutnya, digitalisasi harus menjadi instrumen untuk memperkuat pengentasan kemiskinan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Hal tersebut disampaikan Budiman saat melakukan Tilik Desa Digital di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Drs. Mulyadin Malik, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa, jajaran DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), serta Perbekel Duda Timur I Gede Pawana.
Baca juga : BP Taskin: Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi
Dalam kunjungan tersebut, Budiman menekankan pentingnya data yang akurat dan mutakhir untuk mengetahui kondisi warga, potensi ekonomi desa, serta menentukan intervensi pemerintah secara tepat sasaran.
Menurutnya, digitalisasi desa juga harus terhubung dengan program prioritas nasional, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa dengan mengoptimalkan pasokan pangan dari wilayah setempat.
"MBG harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa. Masyarakat berpenghasilan rendah jangan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam produksi dan rantai pasoknya," ujar Budiman.
Baca juga : Dari Warga Menjadi Penggerak, TEP UI Bangun Ekonomi Lokal di Werianggi-Werabur
Dia mengatakan telur, beras, sayuran, ikan, dan berbagai komoditas pangan lainnya dapat diproduksi masyarakat desa dan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Dengan demikian, belanja pemerintah melalui program MBG dapat sekaligus menciptakan pasar bagi produksi masyarakat serta memperkuat perputaran ekonomi lokal.
Digitalisasi, lanjut Budiman, kemudian berfungsi menghubungkan seluruh proses tersebut, mulai dari data warga, potensi produksi, pembiayaan, kelembagaan ekonomi, hingga akses pasar.
Budiman juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan aparatur desa. Dalam kegiatan tersebut, PAPDESI menjadi bagian dari ekosistem yang memastikan kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat desa.
Baca juga : Kopdes Merah Putih Curug Kembangkan Budidaya Jangkrik
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog langsung bersama warga prasejahtera di Karangasem. Bagi BP Taskin, interaksi tersebut penting untuk memastikan data digital tetap terhubung dengan kondisi nyata masyarakat di lapangan.
"Pengentasan kemiskinan bukan sekadar memberikan bantuan. Yang kita bangun adalah kemampuan masyarakat untuk menjadi berdaya, memiliki akses terhadap modal dan pasar, serta mampu mengembangkan potensi ekonominya sendiri," kata Budiman.
Dari desa, pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun satu ekosistem yang saling terhubung, yakni data yang kuat, pembiayaan yang tepat, produksi masyarakat yang tumbuh, pasar yang tersedia, serta kelembagaan desa yang mampu menggerakkannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.