Dark/Light Mode

Budiman Sudjatmiko: Program MBG Jadi Gerakan Ekonomi Sirkular Rakyat

Jumat, 6 Maret 2026 22:48 WIB
Pekerja menyiapkan paket MBG di SPPG Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pekerja menyiapkan paket MBG di SPPG Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya sekedar memberi makan, melainkan memiliki efek domino ekonomi yang berputar dari desa hingga kembali ke masyarakat. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai gerakan ekonomi sirkular yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani, nelayan, hingga warga di sekitar sekolah.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah awal dari gerakan ekonomi sirkular rakyat,” ujar Budiman, dalam akun resminya @masbud_sudjatmiko, ditulis Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, prosesnya dimulai dari desa-desa yang memproduksi bahan pangan lokal. Produksi tersebut akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih serta komunitas petani dan nelayan yang menjadi pemasok utama bahan makanan.

Baca juga : Hasil Riset: Program MBG Bantu Penuhi Gizi Siswa dan Ringankan Beban Orang Tua

Bahan pangan kemudian masuk ke pusat-pusat distribusi sebelum diolah menjadi makanan siap saji. Proses memasak juga melibatkan masyarakat sekitar, terutama warga yang masih berada dalam kondisi ekonomi sulit.

Makanan yang telah dimasak itu selanjutnya disajikan kepada anak-anak di sekolah-sekolah dan pesantren, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh generasi muda.

Tak hanya berhenti pada distribusi makanan, program ini juga dirancang agar limbah yang dihasilkan tidak terbuang percuma. Sisa makanan akan diolah kembali menjadi pupuk atau pakan ternak yang dapat digunakan dalam proses produksi pangan berikutnya.

Baca juga : Bulan K3 Nasional: Pertamina Drilling Tegaskan Komitmen Zero Fatality

Dengan sistem tersebut, siklus ekonomi masyarakat dapat terus berputar dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga kembali ke proses produksi.

Budiman menegaskan, program ini tidak dimaksudkan sebagai bantuan sosial semata. Menurutnya, pemerintah ingin membangun arsitektur ekonomi rakyat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Ini bukan bantuan sosial, ini sistem arsitektur ekonomi rakyat dan fondasi bagi lompatan peradaban Indonesia,” kata Budiman.

Baca juga : Hilangkan Bau Di TPA Cikolotok, Pemkab Purwakarta Gelorakan Aksi Relawan Saka

Ia menambahkan, gagasan tersebut merupakan bagian dari rancangan besar pembangunan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Melalui program ini, Pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat kemandirian pangan, menggerakkan ekonomi lokal, serta memutus rantai kemiskinan di berbagai daerah.

“Indonesia akan bergerak dari rakyat dan oleh rakyat untuk masa depan bangsa,” pungkas Budiman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.