BREAKING NEWS
 

Wamen Fajar Resmikan Susi Environmental School, PAUD Milik Susi Pudjiastuti

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 6 September 2026 21:45 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meresmikan Susi Environmental School, layanan PAUD yang diinisiasi Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meresmikan Susi Environmental School, layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi pengusaha sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Peresmian sekolah tersebut dilakukan di sela rangkaian Pangandaran Air Show 2026, di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi ruang pendidikan yang mendekatkan anak-anak dengan alam sejak usia dini.

Fajar mengapresiasi langkah Susi yang ikut berinvestasi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan anak usia dini. Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap pendidikan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas generasi mendatang.

“Atas nama Kemendikdasmen, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Susi. Ini menunjukkan keberanian berinvestasi pada sumber daya manusia sejak usia dini,” ujar Fajar.

Menurutnya, konsep pembelajaran yang diterapkan Susi Environmental School sejalan dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang tengah dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Melalui pendekatan tersebut, proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Anak-anak juga diajak mengenal lingkungan dan belajar langsung dari berbagai pengalaman di sekitarnya.

Baca juga : Percepat Digitalisasi Pembelajaran, Kemendikdasmen Gandeng ESDM

“Apa yang dilakukan di sini relevan dengan Pembelajaran Mendalam. Anak belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, di dalam maupun di luar ruang,” katanya.

Fajar pun berinteraksi dengan anak-anak serta meninjau fasilitas sekolah. Dia menilai pendidikan yang dekat dengan alam menjadi semakin penting di tengah kehidupan anak-anak yang kini semakin akrab dengan gawai dan media sosial.

Menurutnya, anak usia dini membutuhkan ruang untuk mengenal lingkungan secara langsung, berinteraksi, bermain, dan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan.

Di Pangandaran sendiri, seluruh 93 desa telah memiliki layanan PAUD. Selain itu, seluruh 10 kecamatan di wilayah tersebut juga telah memiliki PAUD negeri.

Meski demikian, angka partisipasi sekolah atau APS anak usia 5-6 tahun masih sekitar 86,67 persen. Kondisi itu menunjukkan masih perlunya penguatan akses dan partisipasi pendidikan prasekolah.

Adsense

Fajar menegaskan, pendidikan anak usia dini memiliki posisi penting dalam kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut dimulai dengan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

Baca juga : CKG Mulai Dirasakan, Wamen Fajar: Anak Sehat Siap Belajar

Menurutnya, tambahan satu tahun prasekolah bukan sekadar memperpanjang masa pendidikan formal. Lebih dari itu, kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan anak memiliki fondasi perkembangan dan kesiapan belajar yang kuat.

Fajar juga mengaitkan kehadiran Susi Environmental School dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai pusat keunggulan pendidikan di daerah.

Dia menilai pusat-pusat pendidikan berkualitas tidak hanya harus dibangun pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil peran melalui berbagai inisiatif pendidikan.

“Kalau pemerintah membangun pusat keunggulan melalui SNT, maka yang dilakukan Ibu Susi menunjukkan bahwa pusat keunggulan juga dapat tumbuh dari masyarakat. Inilah semangat Partisipasi Semesta: negara hadir, daerah bergerak, masyarakat ikut mengambil bagian,” ujar Fajar.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti mengatakan pendirian Susi Environmental School merupakan bentuk partisipasinya dalam menyiapkan generasi masa depan.

Dia berharap sekolah tersebut dapat membantu menanamkan kecintaan terhadap alam sekaligus membangun semangat anak-anak untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Baca juga : Wamen Fajar: Lewat SNT, Presiden Prabowo Buka Jalan Anak Daerah ke Kampus Dunia

“Terima kasih Pak Wamen sudah berkenan hadir untuk meresmikan sekolah kami. Saya ingin berpartisipasi mendidik tunas bangsa untuk cinta alam dan punya semangat menjadikan Indonesia lebih baik,” ujar Susi.

Fajar juga berharap penyelenggaraan Pangandaran Air Show 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan kedirgantaraan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan dunia penerbangan kepada generasi muda.

Menurutnya, pendidikan perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi anak untuk mengenali potensi daerah sekaligus memiliki keberanian menatap masa depan.

“Kita ingin anak-anak Pangandaran tumbuh dekat dengan alamnya, mengenal potensinya, dan berani melihat dunia lebih luas. Pendidikan harus memberi mereka akar agar tetap kuat berpijak, sekaligus sayap agar mereka terbang tinggi tapi tetap membumi,” pungkasnya.

Peresmian Susi Environmental School turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, serta Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Komjen Pol. Rudi Setiawan.

Hadir pula Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Letjen TNI Iwan Setiawan, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, sejumlah tokoh kedirgantaraan nasional, serta jajaran UPT Kemendikdasmen di Jawa Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense