Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
Wamen Fajar Dorong Kolaborasi Tekan Anak Tidak Sekolah di Jawa Barat
Kamis, 6 Agustus 2026 08:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyoroti masih tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi Jawa Barat. Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi mengoptimalkan seluruh jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Hal itu disampaikan Fajar saat menghadiri Audiensi dan Dialog mengenai Kebijakan serta Penguatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang digelar di SMP Negeri 1 Cikembar, Rabu (5/8/2026).
Fajar mengatakan, pemerintah telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (PP ATS).
Mengacu pada aturan tersebut, kata dia, terdapat tiga kelompok yang masuk kategori anak tidak sekolah.
Baca juga : Reposisi Strategis BKPDM: Episentrum Perumusan Kebijakan Dikdasmen
"Pertama, anak yang tidak pernah sekolah sama sekali. Kedua, anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ketiga, anak yang drop out," ujar Fajar.
Ia menegaskan, anak-anak dalam tiga kategori tersebut tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Selain melalui sekolah formal, mereka juga dapat menempuh pendidikan nonformal, seperti di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melalui program pendidikan kesetaraan atau ijazah paket.
Menurut Fajar, pendidikan formal dan nonformal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ekosistem pendidikan nasional.
"Pendidikan formal dan nonformal merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan nasional kita. Selain itu, posisi pendidikan formal dan nonformal itu sama dan setara," tegasnya.
Baca juga : Kemendikdasmen Borong 4 Penghargaan Di Media Relations Awards SPS 2026
Fajar juga menyoroti masih rendahnya angka partisipasi sekolah (APS), terutama pada jenjang SMA atau sederajat. Untuk meningkatkan partisipasi pendidikan, pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan model sekolah reguler, tetapi juga memperluas berbagai jalur pembelajaran.
Salah satu upaya yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah meluncurkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
"Untuk mengikis ATS tersebut, kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). PJJ ini menjadi salah satu solusi bagi anak-anak yang tidak sekolah, baik karena keterbatasan lokasi maupun ekonomi," katanya.
Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga meningkatkan dukungan terhadap perbaikan sarana pendidikan. Fajar mengungkapkan, bantuan revitalisasi sekolah untuk Kabupaten Sukabumi tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Buka MPLS PJJ, Wamen Fajar Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
"Perbaikan sarana dan prasarana melalui revitalisasi sekolah ini diharapkan memiliki dampak pada perbaikan ekosistem pendidikan yang ada di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di daerahnya.
Menurut Andreas, dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya