RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan, pihaknya telah menutup 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga wilayah karena tidak mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Padahal, SLHS merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi dapur penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono mengungkap, keputusan tersebut diambil setelah BGN melakukan penyisiran terhadap 27.485 SPPG yang beroperasi.
Baca juga : Erupsi Anak Krakatau, BGN Stop Sementara MBG di 6 Wilayah Jabar
Dari penyisiran itu, sebanyak 27.022 SPPG telah memperoleh surat ketetapan sementara. Sementara 463 SPPG lainnya masih perlu melengkapi sejumlah data, seperti profil dapur, foto dapur, dan profil sekolah.
Penyisiran kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengecekan terhadap status pendaftaran SLHS.
Kemudian, pada Senin (7/9/2026) pukul 17.00 WIB, Kementerian Kesehatan menginformasikan adanya dapur SPPG yang tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Totalnya berjumlah 1.999.
Baca juga : Setelah Sidoarjo, Muncul Di Lasem Dan Toraja
“Jadi dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing,” ungkap Sudaryono melalui Instagram, Senin (7/9/2026).
Menurut Sudaryono, total 1.999 SPPG tersebut memang belum pernah melakukan pendaftaran SLHS. Bukan sudah mendaftar tetapi tidak memenuhi persyaratan.
“Ini telah kami cross-check, telah kami tunggu, telah kami konfirmasi, telah kami tanya dari beberapa waktu yang lalu sampai dengan sekarang,” ujarnya.
Baca juga : Keracunan MBG Sidoarjo, Kelalaian Yang Disengaja
Karena itu, Sudaryono menyatakan 1.999 dapur SPPG tersebut ditutup untuk selanjutnya dilakukan investigasi.
“Saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah: wilayah 1 sebanyak 351, wilayah 2 sebanyak 1.417, dan wilayah 3 sebanyak 231, saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi,” tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.