BREAKING NEWS
 

Hotspot Nasional Tembus 1.437 Titik, Riau Tetap Nihil

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 15 September 2026 16:23 WIB
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, terutama di wilayah Kalimantan.

Penguatan dilakukan melalui respons cepat di lapangan, pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis.

Berikut rapor penanganan karhutla terbaru berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Senin, 14 September 2026 pukul 21.05 WIB:

1. Terdeteksi 1.437 Hotspot High Confidence 

Secara nasional, terdeteksi 1.437 hotspot high confidence. Angka ini meningkat dibanding 592 titik pada hari sebelumnya.

2. Sebaran Hotspot di 6 Provinsi Prioritas

Berikut data hotspot high confidence pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla:

3. Kalteng Dominasi Hotspot

Konsentrasi hotspot terbesar berada di Kalimantan Tengah, diikuti Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, dan dukungan operasi udara pada wilayah yang membutuhkan respons segera.

4. Riau Masih Nihil

Perkembangan lebih baik terlihat di Jambi, sementara Riau kembali tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir.

5. 81 Persen Zona Musim Sudah Kemarau

Baca juga : Gibran Turun Ke Korban MBG Dan Karhutla, Pakar: Pemerintah Tunjukkan Kehadiran

Peningkatan hotspot terjadi di tengah kondisi atmosfer yang masih relatif kering.

Dalam prakiraan periode 15-21 September, BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 1.637 titik pengamatan mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem atau lebih dari 60 hari berturut-turut.

6. Terdeteksi Sebaran Asap 

BMKG juga mendeteksi sebaran asap melalui citra Satelit Himawari-9 pada 14 September di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Kondisi kering diprakirakan masih mendominasi, sehingga risiko karhutla dan bertahannya kebakaran-terutama pada lahan gambut-masih perlu diwaspadai.

7. Kalbar & Kalteng Berpeluang Hujan 

Peluang hujan belum sepenuhnya tertutup. Untuk periode 15-17 September, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi antara lain di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut akan terus dimonitor untuk mendukung strategi pembasahan dan operasi lapangan.

8. Operasi Darat & Udara Diperkuat

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya terus bergerak melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.

Adsense

Pemerintah tetap menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca juga : Cegah Karhutla, SHJ Intensifkan Patroli Malam Di Area Rawan

Kapasitas operasi udara juga diperkuat dengan dukungan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook.

9. Operasi Modifikasi Cuaca

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Kementerian Kehutanan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah telah dilaksanakan pada periode hingga 14 September, sebagai bagian dari strategi pembasahan gambut dan pengendalian karhutla.

Penggunaan OMC selanjutnya menyesuaikan kebutuhan lapangan, serta ketersediaan potensi awan yang memenuhi persyaratan meteorologis.

BMKG mencatat kedua operasi tersebut sebagai bagian dari rangkaian OMC untuk pembasahan gambut dan penanganan karhutla.

10. Kualitas Udara di Sebagian Sumatera & Kalimantan Sangat Tidak Sehat

Berdasarkan pemantauan PM2,5, kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah masih berada pada kategori baik hingga sedang.

Namun, sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pada beberapa lokasi di Kalimantan masih terlihat area dengan kategori berbahaya.

11. Jarak Pandang Terbatas

Pantauan terbaru meteorologi penerbangan BMKG juga memperlihatkan perbedaan kondisi jarak pandang antarwilayah. Di Pontianak, jarak pandang tercatat sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap, sehingga masih memerlukan perhatian.

Sementara itu, di Jambi jarak pandang tercatat sekitar 5 kilometer dengan kondisi udara kabur. Di Palangka Raya, jarak pandang sekitar 9 kilometer dengan kondisi cerah berawan, sedangkan Pekanbaru sekitar 7 kilometer. Di Palembang dan Banjarmasin, jarak pandang tercatat 10 kilometer atau lebih.

Baca juga : Komisi IV Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membaca situasi karhutla secara terpadu.

Jumlah hotspot perlu dilihat bersama hasil groundcheck, kondisi kebakaran, sebaran asap, cuaca, arah angin, kualitas udara, dan jarak pandang.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk terus memantau informasi kondisi udara. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis, karena kelompok tersebut lebih rentan terhadap paparan partikel halus dari asap karhutla.

Di tengah kondisi atmosfer yang masih kering, masyarakat dan pelaku usaha kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Presiden Prabowo juga telah menegaskan agar pencegahan dilakukan sejak tingkat desa. Setiap dugaan pembakaran secara sengaja, harus ditindaklanjuti secara serius.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan respons sedini mungkin melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense