Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Polda Banten: Terpal-Galon Aqua Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
- Menhub: 114 Korban Kapal Virgo Transport 8 Ditemukan, 108 Selamat 6 Meninggal
- Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
- Man City Menang di Derby Manchester Meski 10 Pemain
- Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan
Cek Karhutla IKN, Pemerintah Pastikan Api Tak Masuk Zona Inti
Senin, 14 September 2026 21:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, untuk mencegah api menjalar ke zona inti.
Seluruh unsur pemerintah, aparat, hingga masyarakat dikerahkan secara bersama-sama untuk mengendalikan karhutla di kawasan tersebut.
Pengecekan langsung penanganan karhutla dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono di Bukit Tengkorak, Senin (14/9/2026).
Baca juga : Karhutla Kalteng & Kalbar Membaik, Jambi Melonjak, Riau Masih Nihil Hotspot
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu sekaligus menjaga kawasan IKN dari potensi penjalaran api.
Otorita IKN sebelumnya telah memperkuat pengendalian karhutla melalui satuan reaksi cepat lintas pihak serta membagi wilayah penanganan menjadi tujuh klaster.
Menhut Raja Juli mengatakan, penanganan karhutla di wilayah IKN dilakukan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, OIKN, pemerintah daerah, dan masyarakat terus bahu-membahu mencegah api masuk ke zona inti IKN.
Baca juga : Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla
“Seperti yang diperintahkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, bahwa kami semua, TNI, Polri, BNPB, Kemenhut, OIKN, masyarakat, Pemda, semua bahu-membahu agar jangan sampai api sampai ke zona inti OIKN,” ujar Raja Juli
Penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah secara bersamaan. Raja Antoni menyebut operasi water bombing terus berjalan, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mendukung upaya penanganan.
Pemadaman dari darat turut melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni Kemenhut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), OIKN, serta perusahaan.
“Usaha untuk water bombing terus berjalan, hari ini nanti disampaikan oleh Pak Kepala BNPB, usaha untuk operasi modifikasi cuaca juga berjalan. Demikian juga dengan pemadaman darat oleh tadi, oleh TNI Polri, Manggala Agni Kemenhut, KPH, ya OIKN sendiri, perusahaan juga terlibat,” kata Raja Juli.
Raja Juli menambahkan, perhatian pemerintah terhadap karhutla di Kalimantan Timur juga mencakup sejumlah wilayah lain yang masih memiliki hotspot tinggi.
Dia menyebut, Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara sebagai wilayah yang masih memiliki hotspot tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya