Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Karhutla, SHJ Intensifkan Patroli Malam Di Area Rawan
Selasa, 15 September 2026 13:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Surya Hutani Jaya (SHJ), unit usaha APP Group, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengintensifkan patroli malam di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Patroli dilakukan secara rutin setiap malam sejak Agustus 2026 oleh Regu Pemadam Kebakaran (RPK), sementara di lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi, personel juga menerapkan sistem mandah atau tinggal sementara di tenda untuk bersiaga selama 24 jam.
Head of Department Fire Operation Management PT SHJ Muhamad Yulinarto mengatakan penempatan personel langsung di lapangan dilakukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran.
"Di wilayah PT SHJ yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, tim RPK melakukan mandah atau tinggal di tenda dan bersiaga selama 24 jam. Selama Agustus, kegiatan ini dilakukan satu bulan penuh di area-area yang kami identifikasi rawan," kata Yulinarto.
Baca juga : Gandeng Iluni FKUI, APP Group Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores
Menurut dia, pengawasan tetap dilakukan setelah hari mulai gelap dengan patroli malam dan pemantauan dari sejumlah titik yang memiliki posisi lebih tinggi.
"Setiap malam tim melakukan patroli. Dari dataran yang lebih tinggi, personel melakukan pengamatan untuk memastikan tidak ada api yang menyala," ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi malam hari juga membantu personel mengenali keberadaan cahaya atau api dari jarak tertentu sehingga indikasi kebakaran dapat segera diperiksa.
Yulinarto menekankan sistem patroli dan kesiapsiagaan selama 24 jam merupakan bagian dari upaya pencegahan dengan mengutamakan deteksi dini agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang dan meluas.
Baca juga : Komisi IV Minta Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan
"Pencegahan menjadi sangat penting. Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah membesar. Karena itu, personel harus terus melakukan pengawasan terhadap kondisi lapangan dan segera merespons apabila menemukan indikasi titik api," katanya.
Sementara itu, Pimpinan PT SHJ Rudi Sasgo mengatakan peningkatan patroli merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mencegah karhutla, khususnya ketika kondisi cuaca meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
"Upaya terbaik dalam menghadapi karhutla adalah mencegahnya sejak awal. Karena itu, ketika ada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, pengawasan harus diperkuat," kata Rudi.
Menurut dia, penempatan personel selama 24 jam dan patroli malam tidak hanya ditujukan untuk melindungi wilayah operasional perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan.
Baca juga : Asap Karhutla Kembali Terlihat di IKN, Menhut Minta Petugas Turun
"Kebakaran tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, kewaspadaan dan pencegahan harus dilakukan secara konsisten. Kami terus mendorong tim di lapangan untuk mengutamakan deteksi dini, kesiapan personel, dan respons cepat agar potensi kebakaran dapat dikendalikan sebelum berkembang lebih luas," ujarnya.
Selain patroli, koordinasi antarpersonel di lapangan terus diperkuat untuk memastikan setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
Upaya tersebut melengkapi langkah pencegahan karhutla yang dilakukan PT SHJ melalui pemantauan kondisi lapangan, kesiapan RPK, patroli, serta edukasi mengenai bahaya kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui patroli malam dan sistem mandah di lokasi rawan, PT SHJ terus memperkuat langkah preventif menghadapi musim kemarau guna mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin dan meminimalkan risiko meluasnya api yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya