BREAKING NEWS
 

Hingga Agustus, Program Elektrifikasi Sudah Sentuh 1.516 Desa

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 17 September 2026 10:08 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat program elektrifikasi hingga Agustus 2026 telah menghadirkan akses listrik di 1.516 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari realisasi Program Elektrifikasi yang menargetkan penyaluran akses listrik ke 10.068 lokasi yang belum sepenuhnya menikmati layanan listrik pada periode 2025-2029.

“Dari total target tersebut, elektrifikasi telah terealisasi di 1.516 lokasi atau sekitar 15 persen,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Qodari mengatakan, program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 316 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik Tahun 2025-2029.

Baca juga : Prabowo Perbaiki Sistem Pendidikan, Rekrutmen Guru Dikaji Kembali Ke Pusat

Kebijakan itu menyasar 10.068 titik yang tersebar di 8.561 desa, 2.295 kecamatan, 375 kabupaten/kota, dan 36 provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut dia, program tersebut ditujukan untuk membuka akses listrik bagi masyarakat di desa, dusun, hingga wilayah dengan kondisi geografis sulit dijangkau, termasuk kawasan pegunungan dan pulau terpencil dengan jumlah penduduk terbatas.

Kehadiran listrik di wilayah tersebut diharapkan dapat mendorong pembangunan, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

Adsense

“Kehadiran listrik di dusun dan desa ini diharapkan tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau,” ujarnya.

Baca juga : Prabowo Gaspol Perkuat Mitigasi Bencana, Pesawat Hingga Drone Disiapkan

Qodari menyampaikan, total kebutuhan biaya untuk mengalirkan listrik ke 10.068 lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp61,65 triliun. Seluruh pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dialokasikan secara bertahap selama periode 2025-2029.

Pelaksanaan program dimulai dari penetapan dan verifikasi lokasi, penyusunan perencanaan teknis dan anggaran, pengadaan serta pembangunan infrastruktur listrik, hingga penyambungan, pengoperasian, dan pemeliharaan.

Ia mengatakan, pelaksanaan elektrifikasi disesuaikan dengan kondisi setiap lokasi.

Berdasarkan pemetaan terhadap 10.068 lokasi, sebanyak 5.466 lokasi dapat dijangkau jaringan PT PLN (Persero) yang sudah tersedia sehingga elektrifikasi dilakukan melalui perluasan jaringan.

Baca juga : Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri RI: Bersahabat Dengan Siapa Saja

Sementara itu, sebanyak 4.602 lokasi lainnya yang lebih terpencil dan belum terjangkau jaringan eksisting akan dilayani melalui pembangunan pembangkit listrik skala kecil berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan sistem off-grid.

Total kebutuhan kapasitas pembangkit baru untuk wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 508 megawatt.

Qodari menegaskan, pemerintah terus berkomitmen menghadirkan akses listrik yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui program tersebut.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense