Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
Prabowo Perbaiki Sistem Pendidikan, Rekrutmen Guru Dikaji Kembali Ke Pusat
Rabu, 16 September 2026 22:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, sistem pendidikan nasional perlu diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru.
Prabowo mengatakan pemerintah juga tengah membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat.
“Ya, seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9), saat ditanya mengenai masih rendahnya kemampuan numerasi siswa kelas 4 sekolah dasar (SD).
Menurut Prabowo, desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang memiliki tujuan baik. Namun, dalam pelaksanaannya, penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah menghadirkan tantangan dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.
Ia menilai proses pengangkatan guru harus berdasarkan kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan kedekatan pribadi maupun kepentingan politik.
“Kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas guru yang belum merata, pemerintah mempertimbangkan berbagai program peningkatan kompetensi, seperti kursus, penataran, dan upgrading bagi tenaga pendidik.
Baca juga : Prabowo Fokus Selesaikan Masalah Dasar RI: Pangan, Energi Hingga Lapangan Kerja
“Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu,” ujar Prabowo.
Digitalisasi Pendidikan
Selain pembenahan rekrutmen dan peningkatan kualitas guru, Prabowo menempatkan digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu langkah untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan.
Menurut dia, fasilitas pembelajaran digital dapat membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar dan membuat siswa lebih tertarik mempelajari berbagai materi, termasuk berhitung dan aritmatika.
“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan digitalisasi tidak dapat menggantikan peran guru. Menurutnya, pembenahan mendasar tetap harus dilakukan melalui rekrutmen dan pendidikan guru yang berkualitas.
“Tetapi di ujungnya, perbaikan yang sebenarnya hanya dengan rekrutmen dan pendidikan guru. Hanya dengan itu,” tegasnya.
Baca juga : Prabowo Kasih Sinyal Investasi Besar Akan Masuk RI
Rekrut Sarjana Terbaik
Prabowo juga mengungkapkan rencana crash program dengan merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk membantu sekolah-sekolah yang tertinggal.
“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata Prabowo.
Ia mencontohkan, apabila terdapat sekitar 300 ribu sekolah, pemerintah dapat memulai program tersebut dari jenjang SD dengan merekrut sekitar 30 ribu sarjana untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang paling tertinggal.
“Ya, mungkin kita mulai dari SD dulu, kita rekrut mungkin 30 ribu sarjana. Kita terjunkan ke sekolah-sekolah yang paling ketinggalan untuk crash program,” sambungnya.
Alternatif lainnya, pemerintah dapat melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja untuk menjalani penugasan singkat di sekolah tertentu. Penugasan tersebut dapat berlangsung selama dua hingga tiga minggu sesuai kebutuhan daerah.
“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” jelas Presiden.
Baca juga : Prabowo Pangkas TKD: Banyak Anggaran Daerah Tak Digunakan Dengan Baik
Prabowo menegaskan pembenahan pendidikan juga harus disertai dengan peningkatan kesejahteraan guru.
“Yang penting ini kita harus memperbaiki kesejahteraan guru dan kita sudah banyak lakukan dalam banyak hal,” tegasnya.
Sebagai bagian dari pembenahan jangka panjang, pemerintah kini membahas kemungkinan menarik kembali kewenangan pengangkatan guru ke tingkat pusat.
“Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” ujar Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya