RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan lima strategi untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, strategi tersebut mencakup penguatan ekosistem halal dari hulu hingga hilir, peningkatan daya saing dan inovasi industri, perluasan ekspansi pasar global dan domestik melalui diplomasi ekonomi, penguatan kolaborasi antar-pemangku kepentingan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) halal yang kompeten dan berintegritas.
"Lima langkah strategis ini diharapkan menjadi akselerator bagi dunia industri, seiring semakin dekatnya implementasi kewajiban bersertifikat halal pada 18 Oktober 2026," kata Agus saat membuka Industrial Festival x Halal Indo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/9/2026).
Menurut Agus, pemerintah ingin menjadikan kewajiban sertifikasi halal tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan (compliance), tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing (competitiveness) industri.
"Sertifikasi halal harus menjadi bagian dari strategi industri untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor," ujarnya.
Baca juga : 174 Industri Unjuk Produk Di Halal Indo 2026, Bidik Pasar Global
Ia menjelaskan penguatan ekosistem halal perlu dilakukan dengan memastikan ketersediaan bahan baku halal, mempercepat sertifikasi bagi industri kecil dan menengah (IKM), memperkuat riset dan inovasi, mengintegrasikan regulasi, serta meningkatkan kapasitas Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
Selain itu, peningkatan literasi masyarakat mengenai produk halal dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan industri halal nasional secara berkelanjutan.
Kemenperin juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025–2029. Regulasi tersebut menjadi acuan arah kebijakan dan target pengembangan industri halal nasional.
Pemerintah juga tengah menyusun Kebijakan Industri Nasional (KIN) 2026–2030 serta revisi Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015–2035 yang memuat strategi pengembangan industri halal untuk jangka menengah dan panjang.
Agus mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri halal karena didukung pasar domestik yang besar dan potensi industri nasional.
Baca juga : Kemenperin Tegaskan Tak Ada Penambahan Gula Kristal Mentah Untuk Rafinasi
Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2025/26, Indonesia menempati peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia. Indonesia juga menempati peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, sementara makanan halal naik ke peringkat ketiga dan farmasi serta kosmetik halal berada di peringkat keempat.
Hingga akhir semester I 2026, tercatat 2,67 juta perusahaan industri telah memiliki sertifikat halal. Jumlah tersebut didominasi industri makanan sebanyak 2,32 juta, diikuti industri minuman 342,09 ribu, serta industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebanyak 5.341 industri.
Jumlah produk industri yang telah tersertifikasi halal mencapai 5,49 juta produk dengan total 2,76 juta sertifikat halal.
Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memperkuat kapasitas produksi nasional. Pada 2024, ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mencapai USD 12,51 miliar, sedangkan impor dari negara-negara tersebut mencapai USD 31,52 miliar.
"Kondisi ini memberi pesan penting bahwa pekerjaan rumah kita masih banyak, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri agar mampu menekan ketergantungan impor," kata Agus.
Baca juga : Wamenperin: RI-Bulgaria Perkuat Kerja Sama Industri
Kemenperin menargetkan pengembangan industri halal dilakukan melalui dua tahapan hingga 2029. Tahap pertama difokuskan pada persiapan industri untuk memenuhi aspek kehalalan produk, sedangkan tahap kedua diarahkan pada penguatan daya saing.
Dengan strategi tersebut, pemerintah mendorong industri halal nasional tidak berhenti pada pemenuhan sertifikasi, tetapi mampu meningkatkan kualitas, inovasi, kapasitas produksi, dan memperluas akses pasar domestik maupun global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.