BREAKING NEWS
 

Kerahkan Pasukan & Gelontorkan Bantuan

Prabowo Terus Pelototi Karhutla

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 14 Oktober 2026 08:30 WIB
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas membahas karhutla di Istana, Senin (12/101/2026). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto terus memelototi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain mengerahkan pasukan dan peralatan pemadaman, Prabowo juga menggelontorkan anggaran untuk menangani kebakaran di sejumlah daerah.

Prabowo kembali menggelar rapat kabinet terbatas membahas karhutla di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/10/2026). Rapat berlangsung secara hibrida mulai pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB.

Sejumlah pejabat hadir secara langsung, di antaranya Menko Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Sementara itu, melalui konferensi video, hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal M. Tonny Harjono. Turut hadir Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, serta jajaran Pangdam dan Kapolda dari kedua provinsi tersebut.

Prabowo menegaskan, penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Kepala Negara meminta seluruh jajaran menyampaikan kebutuhan di lapangan agar upaya pemadaman dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini,” ujar Prabowo.

Baca juga : Listrik Mati, Air Tak Ada, Udara Sesak

Salah satu perhatian utama Prabowo adalah kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Kawasan konservasi yang menjadi habitat orangutan dan berbagai satwa liar tersebut memiliki medan yang sulit, mulai dari wilayah rawa dan titik api yang terpencar hingga akses darat yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun 200 titik bor air. Dengan biaya sekitar Rp 10 juta per titik, sumber air tersebut diharapkan dapat membantu petugas memadamkan api di kawasan rawa.

Prabowo meminta, pembangunan titik bor melibatkan masyarakat setempat. Selain mempercepat penanganan kebakaran, langkah tersebut diharapkan dapat memberdayakan warga di sekitar kawasan terdampak.

Pemerintah juga mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat. Selain Tanjung Puting, penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, dan Halmahera Timur, Maluku Utara, turut menjadi perhatian pemerintah.

Adsense

Dukungan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah juga diperkuat melalui Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 125 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pemerintah provinsi dan lima kabupaten yang terdampak kebakaran.

Prabowo juga menekankan, pentingnya pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang. Menurutnya, jumlah polisi hutan perlu ditingkatkan hingga 70.000 orang untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan.

Baca juga : Prabowo 2 Periode Terus Disuarakan

Prabowo meminta, Kapolri membantu proses pendidikan dan pelatihan polisi hutan agar personel yang disiapkan memiliki kemampuan memadai. “Paling utama nanti adalah pencegahan, presisi dan mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa,” tutur Prabowo.

Prabowo turut mengapresiasi personel TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia juga meminta, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar upaya pemadaman berjalan optimal.

“Saya kira, kalau kita tidak turun tangan secara besar-besaran, tidak bisa,” pungkas Prabowo.

Menko Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, Pemerintah terus memaksimalkan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua provinsi yang mendapat perhatian khusus.

Menurut Dudung, operasi menggunakan helikopter telah dilaksanakan. Namun, penanganan di lapangan saat ini lebih banyak mengandalkan operasi darat karena kondisi asap yang terlalu tebal menyulitkan pelaksanaan pemadaman melalui udara

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin mengatakan, petugas masih membutuhkan tambahan 50 pompa air berukuran kecil atau alkon untuk memadamkan api di kawasan Tanjung Puting. Peralatan tersebut diperlukan karena mobil pengangkut tidak dapat menjangkau sejumlah titik kebakaran.

Baca juga : Buntut Houthi Bombardir Bandara Saudi, Jemaah Umroh RI Telantar

Berdasarkan laporan BNPB per Senin (12/10/2026), luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan kebakaran terluas, yakni 513,89 hektare, terutama setelah ditemukan titik api baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Pemerintah juga telah mengerahkan lebih dari 60.177 personel gabungan untuk melakukan pemadaman karhutla melalui operasi darat. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.

Operasi udara melalui helikopter water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala di Kalimantan Tengah karena kabut asap tebal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense